MARKET DATA

Jadi Masalah Utama Jakarta: Pramono Ungkap Strategi Atasi Kemiskinan

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
29 October 2026 17:23
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyampaikan pemaparan dalam Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyampaikan pemaparan dalam Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kemiskinan masih menjadi salah satu masalah terbesar kota Jakarta, sehingga harus diselesaikan secara serius. Selain kemiskinan, Pramono mengungkapkan kesenjangan ekonomi dan sosial juga menjadi salah satu persoalan serius yang menjadi perhatian.

"Problem di Jakarta paling utama adalah gini rasionya, 0,45 dan itu harus diturunkan. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melalui jalan pendidikan," tegas Pramono dalam KEARNEY 100 YEARS OF IMPACT dengan tema, "Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together", dikutip Kamis (29/10/2026).

Menurutnya Pemprov mengupayakan meningkatnya kualitas pendidikan dengan memberikan beasiswa, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kualitas kehidupan. Dia menyebutkan hingga kini belum ada kota yang memberikan beasiswa sebanyak Jakarta, yang mencakup beasiswa dari SD, SMP, SMA sebanyak 707.000 siswa dan mahasiswa sekitar 15.800. Bahkan mulai tahun depan, Pempro DKI Jakarta akan memberikan beasiswa seperti LPDP untuk jenjang pendidikan S1, S2, dan S3.

"Saya meyakini bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu untuk memotong garis ketidakberuntungan adalah pendidikan. Kalau dulu Kartu Jakarta mahasiswa unggul hanya untuk S1, sekarang saya izinkan untuk S1, S2, dan S3," ungkap Pramono.

Tidak berhenti di situ, Pramono juga mengungkap dengan menjalankan pemerintahan yang semakin transparan, terbuka, dan bertanggung jawab, maka pajak yang dibayarkan  masyarakat digunakan dengan baik.

"Maka dalam pemerintah DKI Jakarta kami melakukan transparansi keterbukaan, semua orang bisa melihat berapa pajak setiap hari yang diterima dan berapa yang akan dikeluarkan. Sekarang kita atur secara transparan dan terbuka. Karena dengan demikian kami meyakini inilah yang membuat kepercayaan muncul," tegas dia.

Untuk diketahui, Pramono juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk masalah klasik di Jakarta, seperti macet, banjir, dan juga sampah. Dia menegaskan sampah  menjadi isu penting, karena Jakarta menghasilkan 9.000 ton sampah per harinya, sehingga harus ada langkah pengelolaan yang tepat. Untuk itu, dengan dukungan dari pemerintah pusat, Jakarta akan memiliki tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, yang diharapkan menjadi salah satu solusi besarnya sampah ibu kota.

"Kita akan punya tiga pembangkit listrik tenaga sampah Bantargebang, Tunjungan/Kamal Muara, dan juga di Sunter. Selain itu, kita masih punya RDE Rorotan sehingga dengan demikian mudah-mudahan di tahun 2028-2029 sampah di Jakarta betul-betul tidak menjadi problem lagi," ungkap dia.

Sedangkan masalah klasik lain seperti banjir, Pramono berjanji terus berupaya melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan, agar banjir di ibu kota tidak terus berulang.  Salah satu langkah yang ditempuh untuk pencegahan adalah melakukan normalisasi di beberapa sungai, termasuk di Kebun Melati Tanah Abang.

Untuk mengatasi kemacetan, Pemprov akan terus memperbaiki sistem transportasi umum, salah satunya dengan menghadirkan Transjabodetabek, sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi. Harapannya, penggunaan transportasi umum bisa mengurangi kemacetan terutama di jalan-jalan dari kota penghubung menuju pusat Jakarta. 

"Ini cukup signifikan karena membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik itu meningkat dengan tajam. Meningkatnya bisa 15%, dan konektivitas Jakarta sekarang ini sudah 93%," ungkapnya.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Hore! Pramono Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027


Most Popular
Features