Impor BBM-LPG Lewat Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Pakai APBN

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 15:45 WIB
Foto: Konpres ketahanan pangan energi nasional, Senin (26/10/2026). (Tangkapan layar youtube ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah menata ulang jalur impor minyak, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Ke depan, pengadaan migas yang selama ini dilakukan PT Pertamina (Persero) akan dijalankan melalui Lemigas.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan skema tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak dari APBN ya," tegas Bahlil kepada media di sela FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10).


Meski Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar kebijakan ini sudah terbit, Bahlil menyebut pelaksanaannya masih memasuki masa transisi.

Menurutnya, pemerintah perlu berkonsolidasi lebih dahulu dengan Pertamina sebelum skema tersebut diterapkan.

"Transisinya itu butuh waktu setelah kita melakukan konsolidasi dengan Pertamina, baru kita bisa implementasi. Karena tidak serta-merta langsung," ujarnya.

Bahlil menjelaskan, skema ini menyasar pengadaan yang selama ini dijalankan Pertamina. Ke depan, sejumlah penugasan yang menyangkut hajat hidup orang banyak juga dapat dilakukan melalui Lemigas. Adapun badan usaha swasta tidak diwajibkan mengikutinya.

"Kalau untuk swasta enggak dong harusnya ya. Kalau swasta itu urusan mereka," kata Bahlil.

Untuk sumber pasokannya, Bahlil menyebut negara asal impor masih merupakan persoalan teknis. Terkait kabar potensi pasokan 30 juta barel minyak dari Uni Emirat Arab, ia menegaskan rencana itu belum final.

"Itu masih potensi ya. Semuanya masih penjajakan ya," ujarnya.

Penataan pengadaan ini dilakukan di tengah tingginya kebutuhan impor energi. Dalam sambutannya pada forum yang sama, Bahlil menyebut Indonesia masih mengimpor sekitar 700-750 ribu barel minyak per hari, sementara sekitar 80% kebutuhan LPG nasional juga masih dipenuhi dari impor.

Setelah masa transisi dan konsolidasi dengan Pertamina rampung, pihaknya berharap skema pengadaan melalui Lemigas ini dapat membuat jalur impor migas lebih tertata, tanpa membebani APBN.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Tunjuk Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG