AS Perintahkan Pegawai & Keluarga Tinggalkan Arab Saudi, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memperbarui peringatan keamanan resminya di Arab Saudi. Melalui media sosial Kedutaan Besar AS di Riyadh @usainksa, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan pegawai pemerintah Amerika, yang tidak bertugas secara darurat beserta anggota keluarganya untuk meninggalkan Arab Saudi.
"Peringatan keamanan: misi AS di Arab Saudi (28 Oktober 2026)," tulisnya dilihat CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2026).
"Adanya risiko keamanan," tambahnya.
Disebut bahwa kelompok Houthi yang didukung oleh Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi. Termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta gangguan perjalanan yang parah.
"Tindakan permusuhan ini berpotensi meningkat dengan cepat di luar wilayah tersebut," kata kedutaan AS.
Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi PUN diwajibkan untuk mendapatkan izin khusus dari Kepala Misi (Chief of Mission) jika ingin menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi. Ini menyusul serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (UAV) terhadap bandara-bandara di Kerajaan tersebut baru-baru ini.
Dilaporkan pula bagaimana Bandara Internasional King Khalid (RUH) di Riyadh telah dibuka kembali sebagian mulai 23 Oktober untuk penerbangan domestik dan sejumlah penerbangan internasional yang dioperasikan oleh maskapai nasional. Sebagian penerbangan yang biasanya beroperasi di RUH kini dialihkan melalui Bandara Internasional Prince Naif bin Abdulaziz (ELQ) di Qassim.
Dilaporkan pula operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah (JED) tetap berjalan, meskipun terdapat beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan. Sementara operasional di Bandara Internasional King Fahd di Dammam (DMM) tetap berjalan, meskipun terdapat beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan.
"Warga negara AS diimbau untuk mewaspadai potensi serangan terhadap bandara, penutupan ruang udara, pembatalan penerbangan, dan gangguan perjalanan," tambahnya.
"Harap berhati-hati secara ekstra jika Anda memutuskan untuk menggunakan bandara di Arab Saudi. Kami menyarankan Anda untuk memeriksa status keberangkatan penerbangan Anda secara langsung kepada pihak maskapai maupun pihak bandara," tegas Kedutaan AS lagi.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]