Wamenperin Mau Kurangi Impor Komponen Mobil Listrik, Ini Daftarnya

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 10:45 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan peta jalan substitusi impor untuk memperbesar penggunaan komponen kendaraan listrik buatan dalam negeri. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, pengembangan industri kendaraan listrik perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan manufaktur komponen lokal. Pemerintah sedang memetakan kebutuhan komponen yang dapat diproduksi di Indonesia, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dan jenis kendaraan lainnya.

"Kami menyiapkan roadmap substitusi impor. Ini saya kira penting dan saya kira ini menjadi bagian dari kerja nasional kita untuk melakukan substitusi impor dari kendaraan utuh hingga komponen," dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, dikutip Kamis (29/10/2026).


Pemetaan kebutuhan komponen menjadi langkah awal untuk mengetahui bagian mana yang sudah mampu dipasok industri domestik dan bagian mana yang masih membutuhkan investasi. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi pengembangan industri pemasok yang lebih terintegrasi dengan pabrikan kendaraan.

Komponen yang dibidik mencakup berbagai bagian kendaraan, mulai dari struktur bodi hingga perangkat pendukung di dalam kabin. Pemerintah juga melihat peluang pengembangan komponen yang berkaitan langsung dengan sistem elektrifikasi.

Warga mengisi daya mobil listrik pada SPKLU PLN di kawasan Gambir, Jakarta, Jumat (9/10/2026), di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Kami juga sedang menginventarisir kebutuhan semua produk komponen, misalnya seperti bodi dan rangka, kabel dan wiring harness, jok interior dan kaca, serta ban sebagian sudah ada industrinya di dalam negeri, lalu battery pack, kemudian rumah baterai, dan stasiun pengisian," kata Faisol.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa substitusi impor tidak hanya berkaitan dengan baterai sebagai komponen utama kendaraan listrik. Komponen konvensional yang tetap digunakan pada kendaraan listrik juga dapat menjadi peluang bagi industri lokal untuk memperluas kapasitas produksi.

Tantangan yang lebih besar berada pada komponen inti sistem penggerak listrik. Pengembangan sektor ini membutuhkan investasi, kemampuan rekayasa, dan penguasaan teknologi agar produk lokal dapat memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan produsen kendaraan.

"Selain itu ada komponen utama yang juga penting, misalnya motor penggerak listrik dan baterai, serta beberapa komponen lainnya yang sedang kita dalami," sebut Faisol.

Kebutuhan investasi akan menentukan seberapa cepat industri lokal dapat mengambil porsi lebih besar dalam rantai pasok kendaraan listrik. Kepastian pasar dan peluang kemitraan dengan produsen kendaraan juga menjadi faktor penting untuk mendorong pelaku usaha mengembangkan fasilitas produksi baru.

Substitusi impor pada akhirnya perlu menghasilkan industri yang kompetitif, bukan sekadar memindahkan sumber pasokan. Komponen yang diproduksi di Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pabrikan dengan harga, kualitas, dan kapasitas yang sesuai.

"Rencana roadmap itu akan menjadi peta jalan kita memperkuat industri elektrik di dalam negeri dan tentu saja juga akan membantu perekonomian nasional kita," ujarnya.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Pelaku Industri, DPR, & Bankir 'Ngumpul' Bahas Nasib Sektor Otomotif