Buka Akses Informasi ke Petani, Bayer Indonesia Luncurkan FARMRISE
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah perubahan iklim, akses terhadap informasi yang cepat, tepercaya, dan relevan semakin penting bagi petani. Hal ini dapat mempermudah petani mencegah potensi adanya serangan hama, hingga penyakit tanaman. Selain itu petani juga bisa dengan mudah mendorong produktivitas secara berkelanjutan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bayer Indonesia meluncurkan FARMRISE, platform digital yang membantu petani mengakses informasi, pembelajaran, dan pendampingan dalam budidaya pertaniannya.
FARMRISE diperkenalkan dalam rangkaian Jambore SOBAT Bayer di Malang, Jawa Timur, yang dihadiri sekitar 800 petani dari berbagai daerah di Indonesia. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Bayer Indonesia membangun ekosistem pertanian yang lebih terhubung, sekaligus mendekatkan pengetahuan dan layanan pertanian kepada petani melalui perangkat dan aplikasi digital.
Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Auzan Baiquni mengatakan, transformasi digital membuka peluang baru bagi petani untuk memperoleh informasi dan mengambil keputusan secara lebih cepat.
"Petani Indonesia semakin terbuka terhadap pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam kegiatan usaha pertaniannya. Agar manfaatnya semakin optimal, petani membutuhkan informasi yang tepercaya, relevan, dan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan. Melalui FARMRISE, kami ingin memperluas akses terhadap pengetahuan dan pendampingan agar petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat bagi usaha taninya," ujar Auzan, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan Sensus Pertanian 2023Â Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki lebih dari 6,18 juta petani milenial berusia 19-39 tahun, atau sekitar 21,93 persen dari jumlah petani nasional. Besarnya kelompok petani yang semakin dekat dengan teknologi menunjukkan potensi pemanfaatan platform digital untuk mendukung pembelajaran dan pengambilan keputusan dalam usaha tani.
Namun, kemudahan memperoleh informasi juga perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber pengetahuan yang tepercaya, relevan, dan mudah diterapkan. FARMRISE hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan informasi dan pendampingan dalam satu platform yang mudah dijangkau.
FARMRISE dikembangkan sebagai pendamping digital petani dari tanam hingga panen. Melalui platform ini, petani dapat mengakses materi pembelajaran pertanian, termasuk budidaya melalui fitur Belajar Tani, memperoleh informasi kondisi cuaca, serta memverifikasi keaslian produk Bayer melalui fitur Anti-Counterfeit.
Pada fase pengembangan berikutnya, FARMRISE direncanakan menghadirkan fitur AI Crop Doctor berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu petani mengidentifikasi permasalahan tanaman dan memperoleh rekomendasi secara lebih cepat.
Peluncuran FARMRISE juga memperkuat program SOBAT Bayer dan Better Life Farming dalam membangun ekosistem pendampingan petani. Melalui komunitas tersebut, Bayer mendorong petani untuk saling belajar, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mengakses solusi yang relevan dengan kebutuhan usaha tani. Dengan dukungan platform digital, manfaat pembelajaran dan pendampingan yang dibangun melalui komunitas kini berpeluang menjangkau petani secara lebih luas.
"Kami meyakini bahwa kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan petani untuk mengakses dan memanfaatkan pengetahuan secara mudah, cepat dan terpercaya dalam mengambil keputusan sehari-hari. Melalui FARMRISE, Bayer berkomitmen untuk terus mendampingi petani Indonesia dalam menghadapi tantangan pertanian, sekaligus membuka lebih banyak peluang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama menuju masa depan pertanian yang lebih maju," tutup Auzan.
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]