Internasional

Tewaskan 9 Orang, Ini Kronologi Penembakan Brutal di Polandia

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 09/11/2026 06:05 WIB
Ambulans memasuki area yang ditutup dengan garis polisi di Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, menyusul sebuah peristiwa penembakan. (MICHAL POGORZELSKI via REUTERS/MICHAL POGORZELSKI)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penembakan brutal mengguncang Alun-alun Utama Krakow, Polandia, hingga menewaskan sembilan orang, termasuk tiga anggota keluarga pelaku yang ditemukan di kediamannya.

Akibat insiden ini, Pemerintah Polandia menetapkan masa berkabung selama dua hari untuk menghormati para korban, sementara penyelidikan dugaan terorisme terus berlangsung.

Berikut kronologi dan fakta dari penembakan brutal di Polandia, seperti dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Senin (9/11/2026).


Kronologi Serangan di Alun-alun Krakow

Serangan terjadi pada Sabtu (7/11/2026), sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat, di Alun-alun Utama Krakow, kawasan wisata populer di Kota Tua. Pelaku mengendarai mobil sambil melepaskan tembakan secara acak ke arah warga dan wisatawan yang berada di lokasi.

Suasana berubah panik ketika orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Sebuah trem yang melintas turut terkena tembakan hingga kacanya pecah, meski tidak ada penumpang yang terluka.

Polisi bersenjata kemudian terlibat baku tembak dan berhasil melumpuhkan pelaku sekitar tiga menit setelah serangan dimulai.

Sembilan Orang Tewas, Termasuk Keluarga Pelaku

Sebanyak 6 orang tewas dalam penembakan di alun-alun, sementara tiga jenazah lainnya ditemukan di rumah pelaku di Ostrowiec Świętokrzyski. Polisi mengidentifikasi ketiga korban tersebut sebagai ayah pelaku berusia 53 tahun, ibunya berusia 52 tahun, serta saudara perempuannya yang berusia 21 tahun.

Sebanyak 15 hingga 16 orang lainnya dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit, termasuk dua petugas kepolisian yang terlibat dalam baku tembak. Salah satu petugas mengalami tiga luka tembak dan sempat berada dalam kondisi sangat kritis.

Diduga Terinspirasi Ideologi Sayap Kanan Ekstrem

Pelaku merupakan pria Polandia berusia 24 tahun yang identitasnya belum diungkapkan. Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski mengatakan penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa pelaku terobsesi dengan ideologi sayap kanan ekstrem.

"Segala indikasi menunjukkan bahwa ia terobsesi dengan ideologi sayap kanan ekstrem," ujar Kierwinski, seperti dikutip DW.

Polisi menemukan sejumlah senjata api dan amunisi di kendaraan serta kediaman pelaku. Meski demikian, motif pasti serangan masih diselidiki.

Polandia Memulai Masa Berkabung Dua Hari

Pemerintah Polandia memulai masa berkabung selama dua hari pada Minggu setelah tragedi tersebut. Sementara itu, Wali Kota Krakow Łukasz Gibała menetapkan masa berkabung di tingkat kota hingga 11 November. Warga meletakkan lilin dan bunga di sekitar lokasi penembakan untuk mengenang para korban.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan terorisme yang sangat brutal. Sejumlah pemimpin internasional, termasuk dari Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Ukraina, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan rakyat Polandia.

Penyelidikan Dugaan Terorisme Berlanjut

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Nasional Polandia telah membuka penyelidikan atas dugaan tindak pidana terorisme terkait penembakan tersebut. Polisi juga menyita sejumlah senjata api dari kediaman pelaku dan memeriksa kemungkinan keterlibatan faktor lain dalam serangan.

Pelaku masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tembak saat berhadapan dengan polisi. Dua petugas yang terluka juga mendapatkan perawatan medis, sementara aparat melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap motif dan rangkaian pembunuhan tersebut.


(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:

2 Emiten Keluar Global Standard - Polandia Luncurkan Kapal Perang Baru