FOTO Internasional

Sorak Riang Warga Serbia Rayakan Kekalahan Partai Penguasa

Reuters, CNBC Indonesia
Rabu, 28/10/2026 22:00 WIB

Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik "Student List" berhasil menggeser Aleksander Vucic.

1/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik "Student List" berhasil menggeser Aleksander Vucic, Selasa (27/10/2026) waktu setempat. (REUTERS/Marko Djurica)

2/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Warga dan mahasiswa tumpah ruah ke jalan-jalan, bernyanyi, berpelukan, hingga menyalakan kembang api demi merayakan kemenangan dalam pemilu parlemen. (REUTERS/Marko Djurica)

3/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Tragedi yang diduga praktik korupsi dan buruknya pengawasan pemerintah ini mendorong mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran. (REUTERS/Marko Djurica)

4/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Aksi unjuk rasa sejak 2024 lalu ini terus membesar hingga puncaknya pada 15 Maret 2025 di Beograd, yang dihadiri hingga 325.000 orang. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

5/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Kemenangan ini menandai pergeseran politik yang sangat besar bagi negara Balkan tersebut. (REUTERS/Marko Djurica)

6/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Pesta rakyat ini pecah usai pemimpin yang sudah berkuasa selama 14 tahun, Aleksandar Vucic, mengakui kekalahan partainya dari gerakan oposisi yang dimotori anak-anak muda. (REUTERS/Marko Djurica)

7/7 Ribuan orang merayakan kemenangan di Beograd, Serbia, usai Gerakan politik

Selama dua tahun terakhir, suasana politik di Serbia diwarnai oleh ketegangan. Kelompok mahasiswa dan warga sipil tak kenal lelah menggelar aksi unjuk rasa panjang, mogok kuliah, hingga melakukan long march antarkota untuk menuntut perubahan. (REUTERS/Marko Djurica)