Usai Datangi Menperin, Bos Toyota Ucap Warga RI Kini Pilih Mobil Bekas

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 14:15 WIB
Foto: Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto (kiri) dan Menteri Perindustrian Samuji (kanan) di Kemenperin, Selasa (27/10/26). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melihat pasar otomotif Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Rasio kepemilikan mobil nasional baru sekitar 99 mobil per 1.000 penduduk, lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai sekitar 490 mobil dan Thailand sekitar 275 mobil per 1.000 penduduk.

Samuji menilai peningkatan daya beli dan kepemilikan kendaraan dapat membuka peluang bagi industri untuk meningkatkan produksi. Pertumbuhan pasar domestik juga diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan ekspor dan perluasan lapangan kerja.

"Kalau rasio kepemilikan mobilnya bisa meningkat, itu pasti produksi akan lebih besar lagi," kata Menteri Perindustrian Samuji usai pertemuan dengan Direksi Toyota di Kemenperin, Senin (27/10/26).


Sementara itu, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyoroti pergeseran pasar otomotif Indonesia ke mobil bekas di tengah upaya mendorong penjualan kendaraan baru.

Pergeseran pilihan konsumen menjadi tantangan bagi pasar kendaraan baru. Bagi produsen otomotif, keputusan masyarakat untuk membeli mobil baru berkaitan langsung dengan permintaan kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.

Toyota menilai pemerintah dan pelaku industri masih perlu mendiskusikan bentuk dukungan yang paling tepat. Nandi tidak merinci stimulus yang diharapkan perusahaan, tetapi menekankan bahwa peningkatan daya beli perlu menjadi perhatian dalam upaya mendorong pasar.

"Karena sekarang market-nya bergeser kepada used car. Jadi nanti bentuknya seperti apa mungkin perlu diskusi lebih lanjut," kata Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto.

Kondisi ini menjadi perhatian industri karena peningkatan pembelian mobil baru dibutuhkan untuk menopang produksi dan menjaga pertumbuhan sektor otomotif nasional. Perusahaan telah menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Stimulus dinilai perlu dipertimbangkan agar konsumen kembali terdorong membeli mobil baru.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat," ujar Nandi.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Pelaku Industri, DPR, & Bankir 'Ngumpul' Bahas Nasib Sektor Otomotif