Menperin Bertemu Rombongan Bos Toyota, Bahas Insentif Mobil Hybrid?

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 12:19 WIB
Foto: Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto (kiri) dan Menteri Perindustrian Samuji (kanan) di Kemenperin, Selasa (27/10/26). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai membahas usulan pemberian insentif untuk mobil hybrid pada tahun ini. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut pembahasan teknis masih berjalan, sementara Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mendorong pemerintah memberikan stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendongkrak pembelian mobil baru.

Menteri Perindustrian Sarmuji hari ini bertemu dengan rombongan pimpinan Toyota. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya, Corporate Executive Advisor TMMIN Bob Azam. Lalu ada Presiden Director TAM T. Yokohama dan Vice President Director TAM Jap Ernando Demily.

Sarmuji mengatakan pemerintah masih mengkaji besaran insentif yang akan diusulkan. Skema dukungan untuk mobil hybrid juga tidak harus sama dengan insentif yang pernah diberikan kepada mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).


"Sudah mulai ada pembahasan teknis, masih dalam proses pembahasan teknis. Nanti seberapa besar insentif yang akan kita usulkan akan lebih diperjelas lagi," ujar Samuji usai pertemuan dengan Toyota di Kemenperin, Selasa (27/10/26).

Pemerintah belum mengumumkan besaran maupun bentuk insentif yang akan diajukan. Pembahasan tersebut masih mempertimbangkan kebutuhan industri otomotif serta karakteristik kendaraan hybrid yang berbeda dengan mobil listrik berbasis baterai.

Samuji mengatakan pelaku industri tidak meminta insentif mobil hybrid disamakan dengan dukungan yang diberikan kepada BEV. Namun, keberadaan insentif dinilai tetap penting untuk mendukung perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

"Karena dari industri pun tidak meminta sama seperti BEV, tidak minta sama, tetapi yang penting ada insentif. Besarannya secara teknis masih dikaji," katanya.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto (kiri) dan Menteri Perindustrian Samuji (kanan) di Kemenperin, Selasa (27/10/26). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi) Foto: Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto (kiri) dan Menteri Perindustrian Samuji (kanan) di Kemenperin, Selasa (27/10/26). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi)

Kemenperin menargetkan usulan insentif tersebut diajukan pada tahun ini. Meski demikian, pengajuan usulan tidak serta-merta berarti kebijakan akan langsung berlaku karena masih diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai skema dan besarannya.

Ketika ditanya mengenai kepastian waktu pengajuan, Samuji menegaskan bahwa pemerintah menargetkan usulan tersebut disampaikan sebelum tahun ini berakhir.

"Tahun ini akan kita usulkan," ujar Samuji.

Di sisi industri, Toyota menyoroti persoalan daya beli masyarakat yang dinilai berpengaruh terhadap perkembangan pasar mobil baru. Perusahaan berharap pemerintah dapat menyiapkan stimulus yang mampu mendorong konsumen kembali membeli kendaraan baru di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan dukungan terhadap daya beli menjadi salah satu hal yang disampaikan Toyota dalam pertemuan dengan Kemenperin. Namun, perusahaan belum mengusulkan satu bentuk stimulus tertentu yang harus diterapkan pemerintah.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat," ujar Nandi.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 100 Hari Jadi Menperin, Ini Target Sarmuji Majukan Industri RI