Karhutla Ganggu 3.030 Penerbangan RI, Begini Respons Kemenhub

Martya, CNBC Indonesia
Senin, 26/10/2026 21:15 WIB
Foto: Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa saat diskusi bersama Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu 3.030 penerbangan di Indonesia sepanjang 14 Agustus-25 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.700 penerbangan atau 56% terpaksa dibatalkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan, gangguan tersebut berdampak pada 154 rute dan 78 bandara, terutama di Kalimantan.


"Dari 18 Oktober sampai 25 Oktober itu sudah 78 bandara terdampak. Jadi UPBU atau UPT Ditjen Hubud itu ada 70 ya, 7 Angkasa Pura, 1 swasta," kata Lukman kepada wartawan dalam diskusi Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Rute menuju Pontianak menjadi yang paling banyak terdampak, disusul Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. Selain penerbangan komersial, sebanyak 617 penerbangan perintis juga terganggu.

Untuk mengantisipasi gangguan akibat jarak pandang rendah, Kemenhub meminta AirNav meningkatkan sistem pendaratan di bandara terdampak.

"Nah ini kita sudah minta ke AirNav untuk meningkatkan bandara-bandara yang terus terdampak karhutla, ini untuk menyediakan kategori ILS-nya jadi kategori 2," ujarnya.

Peningkatan Instrument Landing System (ILS) ke kategori II diharapkan membantu pesawat mendarat dalam kondisi jarak pandang yang lebih terbatas. Kendati demikian, Kemenhub menyatakan masih menghitung kebutuhan biaya dan infrastruktur untuk peningkatan tersebut.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI Dikepung Karhutla, Ada 793 Titik Api di Kalimantan & Sumatra