CLOSE AD
MARKET DATA

Tak Langgar Kontrak, Ekspor Gas yang Dipotong ke Singapura Cuma 8%

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
26 October 2026 19:00
Konpres ketahanan pangan energi nasional, Senin (26/10/2026). (Tangkapan layar youtube ESDM)
Foto: Konpres ketahanan pangan energi nasional, Senin (26/10/2026). (Tangkapan layar youtube ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, bahwa sejatinya Indonesia mengekspor gas dengan jumlah yang besar ke Singapura. Tercatat mencapai 409,55 Million Standar Cubic Feet per Day/Mmscfd).

Dengan jumlah gas tersebut, artinya Indonesia hanya memangkas ekspor kurang dari 8% atau mencapai 31 Mmscfd mencakup gas dari wilayah Natuna sebesar 15 Mmscfd serta dari Sumatra sebesar 16 Mmscfd.

"Saya ulangi, total ekspor kita gas pipa, dari dua tempat, satu adalah dari lautan Natuna, satu adalah dari Sumatra. Itu totalnya sebesar 409,55 Mmscfd. Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 Mmscfd, hanya kurang lebih sekitar 8%," terang Bahlil saat Konfrensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

Atas hal ini, Bahlil menegaskan, bahwa Indonesia sejatinya adalah negara yang menghargai komitmen kontraknya. Pemangkasan ekspor tersebut masih di bawah minimum yang tertera dalam kontrak. Adapun, batas kontrak minimum atas ekspor gas tersebut mencapai sekitar 91 Mmscfd-92 Mmscfd.

"Kita baru sekitar 8%, terkecuali kita potong 10%, nah itu baru kita melanggar kontrak. Negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak. 31 Mmscfd yang kita potong itu, adalah masih di batas kontrak minimum. Saya ulangi, 31 Mmscfd yang kita potong sebagian, itu masih dalam batas kontrak minimum," tegas Bahlil.

Bahlil pun memberikan alasan, bahwa pemangkasan ekspor gas ke Singapura terjadi karena pertama adanya pemeliharaan sumur. Kedua, karena Indonesia membutuhkan gas untuk kebutuhan dalam negeri.

Tak Cuma gas pipa, ternyata Indonesia juga mengekspor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebanyak 146 kargo. "Jadi, cukup besar. Bapak-Ibu semua, pemerintah Indonesia, sangat menghargai aturan, apalagi dari ESDM-nya, sangat menghargai aturan itu. Tapi saya juga minta, jangan di saat bersamaan, kalian minta dihargai, susah untuk menghargai. Jangan mengolok-olok negara lain," tegas Bahlil.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pangkas Gas ke Singapura, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak!


Most Popular
Features