Konsumsi BBM Pertalite Melonjak, Bahlil Isyaratkan Tambah Kuota
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidan Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebutkan pihaknya sedang menghitung ulang kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertalite (RON 90) yang akan dipakai hingga akhir tahun ini. Rencana tersebut lantaran terdapat lonjakan konsumsi akibat peralihan penggunaan BBM dari jenis non subsidi Pertamax Series ke Pertalite.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi rencana penyesuaian alokasi BBM bersubsidi tersebut. Dia menjelaskan bahwa hitungan teknis penambahan kuota Pertalite akan diselesaikan pada akhir bulan ini.
"Oh Pertalite? Pertalite, nanti coba saya akan melakukan exercise nanti di akhir bulan ini, ya. Tapi memang ada terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026, ya. ada kenaikan. Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. ada shifting dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting. Karena ada shifting, pasti kita akan melakukan penyesuaian, ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Senin (26/10/2026).
Saat ini, pihaknya masih menghitung besaran pasti penambahan kuota BBM bersubsidi tersebut. Sayangnya, dia belum dapat memastikan apakah persentase kenaikan kuota Pertalite bakal menyentuh angka 10%.
"Masih diexercise, ya. Masih diexercise. Makasih," tambahnya.
Pihaknya turut mengantisipasi dampak pembengkakan anggaran subsidi akibat adanya penambahan alokasi Pertalite hingga akhir tahun. Pemerintah menegaskan kesiapan anggaran subsidi telah diperhitungkan secara matang. "Ya pasti kita sudah memikirkan lah, ya," tandasnya.
Pertamina tambah pasokan BBM
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa perusahaan mengemban amanah untuk memastikan pasokan BBM tersedia bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Untuk itu, Pertamina menjalankan tiga komitmen strategis sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat.
"Pertamina mengemban amanah untuk memastikan pasokan BBM tersedia untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Karena itu, kami menjalankan tiga komitmen strategis untuk terus memperbaiki layanan kepada masyarakat, yakni penambahan pasokan, penambahan jam operasi, serta layanan tambahan lainnya, " ujar Direktur Utama Pertamina dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (26/10/2026).
Simon mengatakan dengan adanya penambahan pasokan BBM dan penguatan keandalan proses distribusi hingga ke SPBU, diharapkan dapat mendukung penguatan stok BBM yang memadai di setiap daerah.
Lalu untuk penambahan jam operasional, mobil tangki dan petugas SPBU, diterapkan pada kondisi tertentu ditujukan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih andal dan optimal. "Penambahan jam operasional dimulai dari terminal BBM hingga saat pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Penyediaan layanan tambahan, akan diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan. Upaya ini antara lain dilakukan melalui penambahan titik layanan berupa SPBU modular serta layanan pengisian BBM dalam kemasan langsung ke kendaraan konsumen di SPBU.
"Pertamina adalah BUMN yang mengemban amanah untuk menyediakan BBM bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kata lain, kami adalah pelayan masyarakat. Tugas kami adalah melayani kebutuhan BBM seluruh rakyat Indonesia," tegas Direktur Utama Pertamina.
Simon juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran, pengertian, dukungan, dan kepercayaan yang terus diberikan kepada Pertamina. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah membantu kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
"Pertamina akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keandalan pasokan dan senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.
(pgr/pgr)