Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Jalan Tol Terjadwal, Cek Waktunya

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 25/10/2026 18:45 WIB
Foto: (dok. Jasa Marga)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) mengoptimalkan preservasi jalan tol terencana untuk menjaga keandalan infrastruktur.

Pemeliharaan jalan tol secara periodik ini akan dilakukan juga untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dengan meminimalkan gangguan terhadap kelancaran perjalanan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, pelaksanaan pemeliharaan disesuaikan secara terukur, dengan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.


"Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh," kata Rivan dikutip dari siaran pers, Minggu (25/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga menyesuaikan metode preservasi dengan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan.

Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan, sedangkan scrapping & filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang mengalami penurunan kualitas dan menggantinya dengan lapisan baru.

Pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, khususnya pada pukul 22.00-05.00, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Pengaturan jadwal dan tahapan pekerjaan dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan.

Untuk kerusakan yang lebih berat, Jasa Marga dapat melakukan rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun beton.

Pekerjaan ini mencakup pembongkaran bagian perkerasan yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.

Durasi rekonstruksi bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan. Berbeda dengan penanganan ringan, rekonstruksi membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih panjang, yakni sekitar 1-4 hari, bergantung pada kondisi kerusakan dan metode penanganan.

Pada pekerjaan beton, jalan baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.

"Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan," paparnya.

Rivan memastikan, pelaksanaan pekerjaan akan terus dievaluasi, mulai dari pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan hingga pengamanan di lokasi, agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan, serta tetap mengutamakan keselamatan berkendara.

Rivan menegaskan, preservasi bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat transformasi layanan berbasis customer experience (pengalaman pelanggan) dan customer journey (perjalanan pelanggan).

Kebijakan ini kata dia juga selaras dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Rivan mengakui bahwa salah satu tantangan dalam menjaga kondisi perkerasan jalan tol adalah kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan, sehingga berpotensi memperpendek umur layanan jalan tol dan meningkatkan kebutuhan preservasi.

"Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol," tutur Rivan.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Serangan Houthi ke Arab Saudi