RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Pasar Energi Singapura atau (Energy Market Authority/EMA) merespons kebijakan pemerintah Indonesia yang memangkas ekspor gas buminya ke negeri singa tersebut. Intinya, impor gas yang dipangkas dari Indonesia itu dinilai hanya 2% dari total kebutuhan harian gas Singapura.
Mengutip CNA, menanggapi pertanyaan media, juru bicara EMA menyatakan total pengurangan sebesar 31 juta kaki kubik standar gas per hari (bbtud).
"Ini kurang dari 2% dari total kebutuhan gas harian kami yang melampaui 1.000 bbtud," ujarnya, menambahkan bahwa EMA memahami para importir akan menempuh segala upaya hukum yang relevan dalam kontrak mereka terkait gangguan pasokan gas tersebut.
EMA juga menyatakan telah menyiapkan rencana darurat untuk mengantisipasi pengurangan tersebut. Pihaknya menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, terjadi pengurangan berkisar antara 20 bbtud hingga 100 bbtud akibat pemeliharaan terencana maupun mendesak.
"Pengurangan tersebut tergantikan dari sumber gas lain tanpa kendala. Singapore GasCo siap secara operasional untuk mengimpor lebih banyak gas alam cair kapan saja," ujar EMA.
"Selain dari Indonesia, Singapura mengimpor gas alam dari berbagai sumber di dunia," tambahnya.
"Perusahaan pembangkit listrik juga diwajibkan memelihara cadangan bahan bakar pembangkit yang memadai, termasuk cadangan minyak solar. Oleh karena itu, kami memiliki pasokan energi yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional," ujar EMA.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura, per hari Sabtu (24/10/2026). Pemangkasan pengiriman gas ke Singapura tersebut dilakukan dari dua titik pasokan utama di wilayah Natuna dan Sumatra melalui pipa.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membeberkan bahwa pengurangan pasokan gas ke Singapura mencakup alokasi dari wilayah Natuna sebesar 15 BBTUD serta dari Sumatra sebesar 16 BBTUD. Dengan keputusan itu, artinya ekspor gas ke Singapura akan dipangkas sebesar 31 BBTUD.
"Mulai besok (Sabtu, 23/10/2026, hari ini), kita kurangi (ekspor) gas ke Singapura dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatra 16 BBTUD," ujar Djoko saat ditemui di sela acara Subroto Awards 2026 Kementerian ESDM, di The Westin, Jakarta, Jumat (23/10/2926) malam.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]