Internasional

Dulu Kaki Tangan Presiden Lawan Narkoba, Kini Jadi Buronan Pemerintah

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 21:50 WIB
Foto: Ilustrasi narkoba. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Filipina secara resmi mengadakan sayembara berhadiah uang tunai bernilai fantastis untuk memburu kepala pelaksana operasi pembantaian antinarkoba era mantan Presiden Rodrigo Duterte. Keputusan ini diambil hampir setahun setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memerintahkan penangkapannya secara hukum.

Mengutip AFP, Jumat (23/10/2026), buronan yang dicari tersebut adalah mantan kepala kepolisian Filipina yang kini berstatus sebagai anggota senat aktif, Ronald "Bato" Dela Rosa. Ia diketahui telah bersembunyi selama berbulan-bulan sebelum pengadilan yang berbasis di Den Haag itu membuka surat perintah penangkapannya dari bulan November 2025 pada Mei lalu.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, menegaskan bahwa hadiah selangit itu disiapkan lantaran sang buronan kini masuk dalam kategori ancaman tinggi.


"Mulai hari ini, Senator Bato akan dianggap bersenjata dan berbahaya, sehingga kami menempatkan hadiah sebesar US$ 786.000 (Rp 14.148.000.000) untuk penangkapannya," ungkapnya.

"Bato tidak menunjukkan apa-apa selain kepengecutan dengan pergi dan tetap bersembunyi. Sudah saatnya untuk bertindak tanpa ampun dan membawa keadilan bagi para korbannya."

Pemberlakuan sayembara penangkapan ini terjadi hanya sekitar sebulan sebelum Duterte dijadwalkan untuk diadili pada 30 November mendatang atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Duterte sendiri telah ditangkap di Manila pada 11 Maret tahun lalu dan diserahkan keesokan harinya kepada ICC untuk ditahan di Den Haag.

Sebelumnya, Dela Rosa sempat muncul dari persembunyiannya pada 11 Mei untuk berlindung di dalam gedung Senat. Nahasnya, ia berhasil menyelinap pergi beberapa hari kemudian setelah terjadi kebuntuan yang diwarnai baku tembak antara penjaga keamanan dan para penyelidik yang berusaha menahannya.

Dela Rosa ditetapkan sebagai salah satu dari delapan rekan pelaku dalam tindakan keras narkoba mematikan selama masa kepresidenan Duterte sejak 2016, maupun saat ia menjabat sebagai wali kota. Di antara rekan pelaku lain yang disebutkan oleh ICC adalah Senator aktif Christopher Lawrence Go, meskipun belum ada surat perintah penangkapan yang dirilis untuknya.

Kepala Kepolisian Filipina, Jose Melencio Nartatez, menyebut bahwa Dela Rosa kemungkinan besar saat ini tengah dilindungi oleh kelompok bersenjata atau simpatisan setianya. Sebuah satuan tugas khusus kini telah dibentuk pemerintah untuk melacak jejaknya dan menyerahkannya langsung kepada ICC.

"Mereka yang berani melindunginya harus bersiap untuk menanggung konsekuensinya," tegas Nartatez.

Sebagai informasi, kepolisian Filipina mengeklaim telah menewaskan lebih dari 6.000 tersangka narkoba murni atas alasan membela diri selama masa kepresidenan Duterte yang berakhir pada 2022. Duterte kini menghadapi tiga tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas dugaan keterlibatan dalam 76 pembunuhan, meski pengacara korban meyakini jumlah aslinya mencapai ribuan nyawa.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Presiden Filipina Ampuni Mary Jane, Keluarga Sambut Gembira