Internasional

Deal! Putin-Trump Sudah Sepakat, Solar Rusia Resmi Masuk AS

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 19:50 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal tanker yang membawa 40.000 metrik ton diesel Rusia dilaporkan tengah berlayar menuju New York, Amerika Serikat (AS). Ini menandai pengiriman perdana produk minyak bumi Rusia ke AS setelah tercapainya kesepakatan mengejutkan antara Moskow dan Presiden AS Donald Trump pada bulan ini.

Mengutip Reuters, Jumat (23/10/2026), data pelacakan kapal menunjukkan pergerakan armada tersebut pada hari Jumat. Trump sebelumnya mengumumkan kesepakatan ini sebagai bagian dari upayanya untuk menurunkan harga diesel yang meroket tajam menjelang pemilu sela AS pada 3 November mendatang.

Demi memuluskan langkah tersebut, Trump bahkan berani mengesampingkan beberapa bagian dari undang-undang sanksi baru AS terhadap Rusia. Tidak hanya itu, sang presiden juga mengancam Eropa dengan larangan ekspor diesel AS kecuali negara-negara tersebut bersedia melepaskan lebih banyak cadangan darurat mereka untuk membantu menekan harga.


Berdasarkan data pengiriman LSEG, kapal tanker berukuran sedang berbendera Malta bernama Agioi Fanendes telah memuat 40.000 metrik ton diesel dengan kandungan belerang sangat rendah di pelabuhan Baltik Rusia, Primorsk, pada 22 Oktober. Kargo tersebut diperkirakan akan tiba di AS pada 7 November nanti.

Meski identitas pembeli dan penjualnya belum diketahui pasti, kargo ini akan menjadi produk minyak bumi Rusia pertama yang diimpor oleh AS sejak mantan Presiden Joe Biden mengumumkan larangan impor pada tahun 2022 silam. Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, memastikan bahwa aliran pasokan ini akan terus berlanjut.

"Pengiriman tambahan akan menyusul seiring dengan upaya perusahaan-perusahaan Rusia dan AS dalam menyusun kontrak pengiriman," paparnya.

Sementara itu, Utusan Putin sekaligus Kepala Dana Kekayaan Kedaulatan Rusia, Kirill Dmitriev, membeberkan pada pekan lalu bahwa Departemen Keuangan AS telah meminta bantuan lembaganya untuk kelancaran transaksi.

"Mereka meminta dana tersebut untuk membantu menyelesaikan masalah pembayaran yang rumit terkait kesepakatan ini."

Kesepakatan bilateral ini pada akhirnya turut mengharuskan Rusia untuk mencabut larangan ekspor diesel yang sebelumnya mereka tetapkan sendiri. Pada 9 Oktober lalu, Trump sesumbar bahwa Rusia akan segera mengekspor 300.000 metrik ton atau setara 2,25 juta barel diesel ke AS dan pasar global, yang disusul oleh 500.000 ton pada bulan November dan 1 juta ton segera setelahnya.

Novak meyakini bahwa kesepakatan ini akan mengembalikan kapasitas ekspor negaranya ke titik optimal.

"Rusia akan dapat meningkatkan ekspor dieselnya ke tingkat normal 3 hingga 3,5 juta ton per bulan pada akhir tahun," tutur Novak.

Pada minggu lalu, kargo ekspor telah dimuat di pelabuhan Primorsk, namun tujuan akhirnya masih belum terdeteksi karena sebagian besar kapal tanker hanya memberi sinyal menuju Gibraltar, Pantai Atlantik, atau Port-Said. Sebagai informasi, sejak Uni Eropa memberlakukan embargo penuh terhadap impor produk minyak Rusia pada Februari 2023 akibat perang di Ukraina, Rusia lebih banyak mengalihkan ekspor dieselnya ke wilayah Brasil, Turki, serta negara-negara di Afrika.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Putin Siap Lanjutkan Perundingan Damai Ukraina