Target Naik Hampir 2 Kali Lipat, Ini Negara Tujuan Ekspor Perikanan RI

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 16:18 WIB
Foto: Forum Konsultasi Publik Layanan BBP3KP di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan nilai ekspor perikanan Indonesia bisa meningkat hingga dua kali lipat pada 2027. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Yudi Nurul Ihsan mengatakan saat ini nilai ekspor perikanan mencapai sekitar US$ 6 miliar dan tahun depan bisa menjadi lebih dari US$ 10 miliar.

"Kita punya potensi, karena ternyata setelah saya lihat para pelaku usaha itu punya banyak inovasi, cuma tadi belum terstandarisasi yang baik. Nah, tugas kita untuk melakukan standardisasi yang baik sehingga nanti punya kualitas untuk ekspor," ungkap Yudi dalam Forum Konsultasi Publik Layanan yang digelar Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) KKP di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Adapun negara-negara tujuan ekspor unggulan, antara lain Jepang, Cina, Eropa, Dan Amerika Serikat (AS), dan akan terus diperluas. "Negara-negara itu saja belum dioptimalkan, kemudian kita tambahkan sekarang Afrika sama Timur Tengah, itu juga menjadi target produk-produk lautan perikanan kita," kata dia.


Oleh karena itu, KKP terus memperkuat standardisasi produk perikanan nasional. Pasalnya, standardisasi menjadi kunci agar produk perikanan nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Menurut dia, peningkatan ekspor tahun depan dapat tercapai karena pelaku usaha perikanan memiliki banyak inovasi sehingga bisa memenuhi permintaan. Yudi menambahkan, tantangan dari target ini adalah masih ada sebagian produk perikanan yang belum memenuhi standar mutu yang dibutuhkan, untuk bersaing di pasar internasional. Dia pun menegaskan KKP akan terus memperkuat standardisasi agar produk perikanan memiliki kualitas yang konsisten sehingga mampu memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor secara berkelanjutan dan kompetitif.

Yudi juga menyebutkan, selain mengoptimalkan ekspor, konsumsi ikan di dalam negeri pun akan terus diperkuat. Salah satu strateginya adalah memasok ikan bagi dapur-dapur MBG, sehingga bisa meningkatkan kebutuhan protein anak-anak.

Dia menegaskan, KKP siap memasok untuk kebutuhan MBG dan terus meningkatkan standar mutu, sehingga konsumsi ikan tidak menimbulkan reaksi negatif seperti alergi. Yudi juga berharap ke depan, masyarakat dapat mendukung gerakan 'makan ikan dua kali sepekan', yang sudah termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

"Silakan inovasi, produk perikanan yang baik, kami mendukung kualitas dan mutu yang baik hingga sampai ke meja makan sesuai standar yang berlaku agar tidak ada lagi keracunan siswa karena ikan. Namun mari pastikan mereka makan ikan dan kecerdasan meningkat," kata Yudi.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Berantas Penyelundupan BBL