5 IUP Tambang Punya Cadangan Rp5.400 T, Bahlil Ungkap Lokasinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara atas adanya laporan 5 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang menyimpan cadangan dengan nilai hingga US$300 miliar atau setara Rp5.400 triliun.
Bahlil mengungkapkan bahwa 5 IUP tersebut berada di wilayah timur Indonesia. Diantaranya adalah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Papua. "Ada beberapa daerah lagi, saya lupa. Tapi ada lima yang diminta untuk dievaluasi, ya," ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).
Adapun untuk komoditasnya diantaranya adalah tembaga dan emas.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mendapatkan laporan bahwa terdapat 5 IUP yang memiliki cadangan terbukti besar. Tak tanggung-tanggung nilainya bisa mencapai US$ 300 miliar atau sekitar Rp5.400 triliun.
"Dari sekian ratus IUP, 5 IUP memilik cadangan proven, yang sudah didasarkan atas studi cadangan JORC (Joint Ore Reserves Committee) nilainya adalah Rp 5.400 Triliun, US$ 300 miliar 5 konsesi. jangan tepuk tangan terlalu cepat, karena kekayaan itu masih di bawah tanah," ungkap Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, dikutip Jumat (23/10/2026).
Prabowo memastikan, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya. Sekarang, hanya tinggal pemerintah baik pusat maupun daerah harus bertanggung jawab atas sumber daya alam dan masyarakatnya.
"Kalau kita bicara pemerintah kita harus bicara tanggung jawab kita kepada rakyat, pemerintah bekerja untuk rakyat, karena itu kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi," tegas dia.
Ia pun meminta kepada pemerintahannya untuk teliti dalam memberikan konsesi pertambangan. Konsesi harus diberikan kepada mereka yang benar-benar memiliki kemampuan untuk menjalankan.
"Masalahnya banyak konsesi kita berikan puluhan tahun tidak dikerjakan. Ini yang sedang kita tertibkan, mungkin dulu para pengusaha tertentu spekulasi minta saja, konsesi dia bukan ahli tambang, dia nggak ngerti operasi tambang, tapi dia minta aja begitu, dikasih, dipakai, entah untuk spekulasi, untuk dimasukkan di bursa-bursa, di mana ujungnya ya kita rugi sebagai bangsa puluhan tahun tidak dikerjakan," tegas Prabowo.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]