Kilang Balikpapan 99% Siap Beroperasi, Stok BBM Nasional Aman

dpu, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 13:08 WIB
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau Kilang Balikpapan

Jakarta, CNBC Indonesia - Usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melanjutkan perjalanan ke darat.

Tujuannya Kilang Balikpapan, tempat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang disiapkan untuk mengurangi impor BBM memasuki tahap akhir. Dari sana, Kamis (22/10), ia juga memeriksa urusan yang paling dekat dengan masyarakat: ketersediaan BBM.

"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99%, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan," tutur Bahlil.

Pekerjaan yang tersisa, jelas Bahlil, berupa penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru agar kilang siap beroperasi optimal.

Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.


Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.



Selain memastikan ketersediaan BBM Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi, agar BBM subsidi sampai kepada masyarakat yang berhak. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan bersama bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (TNI/Polri), terutama untuk menindak tegas pelaku penimbunan.

Tantangan distribusi masih muncul di lapangan. Bahlil mengungkapkan, fenomena El Niño memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga jalur pengiriman BBM sempat terganggu. Pertamina mengatasinya dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage), lalu menyalurkan BBM ke daerah tujuan lewat jalur darat.

Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau Kilang Balikpapan



Untuk jangka panjang, harapan besar ada pada RDMP Balikpapan. Proyek Strategis Nasional ini bernilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi.

Setelah beroperasi penuh, kilang ini diharapkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan begitu, pasokan bagi masyarakat makin kuat dan ketergantungan pada impor BBM bisa terus dikurangi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Izinkan Minyak Sumur Rakyat Aceh Dijual ke KKKS