Pemimpin Ini Kerahkan Jet Militer Setop Karhutla, Janji Tak Terulang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin pemerintahaan Inggris, Perdana Menteri (PM) Andy Burnham mengumumkan bahwa helikopter dan jet militer Inggris akan diterjunkan untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Pengumuman tersebut disampaikan menjelang penyelenggaraan KTT Ketahanan (Resilience) pertama di Inggris, yang berfokus pada ancaman kebakaran yang kian meningkat, Kamis waktu setempat.
Mengutip Reuters, Jumat (23/10/2026), layanan pemadam kebakaran di Inggris juga akan mendapatkan tambahan tim spesialis kebakaran lahan dan hutan serta alat pelindung diri (APD) yang ringan.
Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan dana hingga £45 juta (sekitar Rp 1 triliun) untuk menanggulangi peningkatan jumlah kebakaran tersebut.
"Saya berdiri di Stourbridge dan menyaksikan keluarga-keluarga kehilangan segalanya, saya tidak akan pernah melupakannya," ujar Burnham dalam pernyataan merujuk karhutka Agustus lalu di Inggris yang menghanguskan 19 rumah dan merusak 18 rumah lainnya.
"Kini, tim pemadam akan memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk tetap aman, dan pesawat militer akan bersiaga untuk membantu menangani kebakaran lahan dan hutan dari udara," tegasnya.
Secara rinci, militer mengatakan helikopter Chinook milik Angkatan Udara Kerajaan (RAF) serta jenis pesawat angkut tertentu akan disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Armada ini akan dikerahkan saat diminta, guna membantu tim pemadam kebakaran di seluruh negeri dalam menangani kobaran api di "kawasan lahan gambut terpencil, lereng perbukitan yang curam, dan medan lain yang sulit dijangkau".
Dalam beberapa tahun terakhir, Inggris terus menghadapi kekeringan luas, suhu panas ekstrem, dan kebakaran lahan serta hutan setiap musim panas.
Hal ini merupakan sebuah tren yang menurut para ilmuwan disebabkan oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Burnham memperingatkan bahwa Inggris harus menghadapi perubahan iklim dan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Menurutnya KTT Ketahanan bertujuan untuk memastikan agar peristiwa karhutla "seperti musim panas lalu" tidak akan pernah terjadi kembali.
Sebelumnya, pekan lalu, sebuah komite pengawas parlemen juga memperingatkan bahwa musim-musim panas belakangan ini menunjukkan kurangnya kesiapan Inggris serta ketidakmampuan untuk merespons kebakaran lahan dan hutan secara efektif.
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Pemerintah Daerah Inggris menyatakan bahwa upaya ini mencakup investasi untuk membuat lanskap lebih tangguh, termasuk dukungan finansial bagi para petani untuk melindungi lahan mereka dari kebakaran.
(sef/sef)