Bangkai KMP Batumandi Mau Diangkat, Operasional di Merak Normal

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 19:45 WIB
Foto: (Dok: Capt. Hendri KN SAR Drupada)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan proses pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Lollan Panjaitan mengatakan, saat ini pembahasan lebih lanjut tengah dilakukan terkait rencana pelaksanaan operasi salvage, termasuk penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage (salvor).

"Persiapan tersebut dilakukan agar proses pengangkatan kapal dapat segera dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).


"Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan pascakejadian berjalan secara terencana dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Operasional Pelayaran Berjalan Seperti Biasa

Sementara, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan, ASDP turut mendukung pelaksanaan operasi pengangkatan guna menjaga kelancaran operasional di Pelabuhan Merak pascatenggelamnya KMP Batumandi.

"Kami mendukung langkah Kementerian Perhubungan dalam memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan normal, termasuk pengamanan lokasi kapal, pemasangan buoy dan oil boom, serta persiapan operasi salvage. Seluruh tahapan penanganan kami persiapkan secara terukur bersama pihak berwenang dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran," ujar Heru.

Disebutkan, operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan normal pascatenggelamnya KMP Batumandi. Pengaturan alur pelayaran dan pemantauan aktivitas kapal terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran serta kelancaran akses keluar-masuk kapal di pelabuhan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan pengaturan alur pelayaran agar pergerakan kapal tetap lancar dan tidak mengganggu operasional pelabuhan.

"Saat ini, aktivitas pelayaran di alur tersebut berlangsung seperti biasa dan seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Vessel Traffic Service (VTS) Merak juga terus memantau aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian," jelas Lollan.

Penampakan KMP Batumandi yang tenggelam di jalur penyeberangan Pelabuhan Merak, Kamis (22/10/2026). (Dok. Ditjen Hubla Kemenhub) Foto: Penampakan KMP Batumandi yang tenggelam di jalur penyeberangan Pelabuhan Merak, Kamis (22/10/2026). (Dok. Ditjen Hubla Kemenhub)

Oil Boom Antisipasi Cemaran Minyak

Di sisi lain, KSOP Kelas I Banten berkoordinasi dengan Pertamina, VTS Merak, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, khususnya di perairan alur masuk Pelabuhan Merak.

"Sebagai langkah antisipasi, pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kegiatan ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju," kata Lollan.

KSOP Kelas I Banten bersama VTS Merak juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan pergerakan kapal berlangsung dengan aman.

"Upaya ini dilakukan agar keselamatan pelayaran tetap terjaga dan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dapat berjalan sebagaimana mestinya," tegas Lollan.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Mahasiswa Bentrok Lawan Polisi - Profil Emiten Rumah Subsidi Prabowo