Wamentan Perintah Lahan Bekas Karhutla di Kalteng Tak Ditanami Sawit

Martya Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 16:40 WIB
Foto: Petugas pemadam melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan. (Dok. Kementerian Kehutanan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memanfaatkan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk kegiatan pertanian. Dia mengusulkan penanaman komoditas pangan seperti cabai dan jagung, terutama di lahan milik pribadi.


Saleh menilai, lahan bekas terbakar berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan daerah. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah lahan tersebut beralih menjadi perkebunan sawit yang manfaatnya dinilai hanya dirasakan oleh segelintir pihak.


"Memang Kalimantan Tengah belum bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, oleh karena itu nanti kita akan upayakan.. ini kan saya monitor lahan yang dibakar rata-rata untuk sawit, atau untuk apa ini pak?" kata Saleh saat melakukan telekonferensi dengan perwakilan Pemprov Kalimantan Tengah, di acara Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (22/10/2026).



Saleh mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk mencari solusi pemanfaatan lahan terdampak karhutla, agar bisa memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.


Salah satu opsi yang dibahas adalah mendorong pemerintah daerah segera menggarap lahan tersebut untuk pertanian sebelum ditanami sawit.


"Jadi kalau bisa kita ajak kemarin.. saya sudah diskusi dengan pak Mentan apakah lahan yang dibakar kita bikin pertanian? Mumpung belum keburu ini (ditanam sawit), kalau sudah ditanam sawit kan berarti ya, mungkin hanya bermanfaat bagi beberapa orang saja," ujarnya.


Menurut Saleh, kondisi tanah pasca kebakaran juga dinilai berpotensi mendukung kegiatan budidaya tanaman. Karena itu, dia meminta pemerintah daerah dan masyarakat setempat mengoptimalkan potensi lahan tersebut untuk komoditas yang dapat membantu petani lokal.


"Tapi kalau ditanam cabai atau jagung atau apa, yang sifatnya membantu petani yang ada di Kalimantan Tengah, silakan nanti kita bisa diskusikan. Nanti Pak Kadistan bisa lapor ke pusat ya," ucap dia.


Ia menambahkan, lahan yang terbakar dan kemudian terkena air dapat memiliki kandungan karbon yang mendukung pembentukan humus tanah. Meski demikian, pemanfaatannya perlu diarahkan agar memberikan nilai ekonomi bagi petani.


"Ya, karena itu kalau biasanya dibakar, kena air, itu karbonnya bagus. Jadi, humus tanahnya itu akan sangat bagus. Nanti bisa kita ini ya, Pak Sekjen, ya. Kita garap, kita bersama-sama kita carikan solusi terbaik buat petani yang ada di sana," jelas Saleh.


Berdasarkan data terbaru Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), luas lahan yang terbakar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mencapai lebih dari 23.000 hektare.


Sebagian besar titik api di kawasan hutan Palangkaraya tersebut berada di wilayah konsesi gambut. Kawasan konsesi itu mencakup beragam fungsi, mulai dari hutan lindung hingga area budidaya.


(hoi/hoi)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Alasan Gubernur Kalteng Karhutla Jadi Bencana Nasional