Orang Tua Diam-Diam Ikut Bantu dan Temani Anak Cari Kerja di Job Fair

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 15:45 WIB
Foto: Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya pencari kerja kalangan muda yang memadati bursa lowongan kerja (job fair) Karir Jakarta & Tenaga Kerja Mandiri Expo di Smesco, para orang tua yang menemani anaknya mencari kerja, bahkan ada juga orang tua yang masih mencari kerja dapat ditemui di job fair tersebut

Salah satunya Karni, pria berusia 59 tahun asal Tebet Jakarta Timur tersebut juga terlihat menghadiri job fair untuk mencoba peruntukannya. Dia sebelumnya bekerja dibidang pelayaran. Namun, Dia berhenti bekerja karena perusahaan tempat Ia bekerja kalah dalam tender.

"Saya masih ingin mencoba peruntukan di sini, walaupun sudah berumur 59 tahun, ya memang seusia saya seharusnya sudah pensiun, tapi ya enggak apa-apa, saya berhenti kerja bukan karena pensiun, karena perusahaan saya kalah tender," kata Karni saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis (22/10/2026).


Selain mencoba peruntukan, Karni sengaja datang ke job fair tersebut juga karena untuk melihat lowongan untuk anaknya, yang juga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena adanya efisiensi di perusahaan anaknya bekerja.

"Ya sekalian ke sini, cari buat anak saya, mirisnya anak saya juga baru kena PHK karena memang ada pengurangan pekerja, anak saya kuliahnya dibidang teknik Kimia," terang Karni.

Meski melelahkan, dirinya tidak menyerah untuk mencari kerja, apalagi untuk anaknya, karena lebih terpenting nasib anaknya dibandingkan dirinya.

"Terpenting anak sih, kalau saya kan memang sudah 59 tahun, memang semangatnya masih ada, cuma ya memang sudah waktunya tidak bekerja berat, sedangkan anak saya kan masih muda, 25 tahun, masih panjang perjuangannya," ujarnya.

Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sementara itu, Tono, salah satu orang tua yang menemani anaknya mencari kerja di job fair tersebut rela menemani anaknya meski harus melalui antrian yang panjang.

"Iya, saya di sini temani anak saya saja buat nyari kerja, kebetulan anak saya baru lulus, dan ada kenalan di pemerintah Jakarta, diarahin ke sini, yaudah saya coba saja, eh enggak tahunya ngantri, yaudah anak saya saja yang ngantri," kata Tono.

Dirinya bersama anaknya berasal dari Cempaka Putih, dengan rela mendatangi job fair tersebut untuk mencoba peruntukan anaknya.

"Ya coba saja, walaupun memang nyari kerja lagi susah, tapi kalau enggak dicoba malah enggak dapat," ucapnya.

Tono pun mengakui persaingan dalam mencari kerja saat ini jauh lebih berat dibandingkan dirinya dahulu saat masih awal bekerja. Karena saat ini lulusan baru harus bersaing dengan pencari kerja yang telah memiliki pengalaman hingga korban PHK.

"Beda seperti zaman saya masih semangat nyari kerja, masih mudah dan banyak lowongan, sekarang ya saya akui berat buat anak saya," jelasnya.

Adapula Gina, orang tua yang menemani keponakannya untuk mencari kerja. Meski bukan menemani anaknya, tetapi dirinya senang menemani keponakannya mencari kerja.

"Ini yang sedang cari kerja keponakan saya, kalau anak saya, Alhamdulillah sudah bekerja, enggak apa-apa sih menemani keponakan saya," kata Gina.

Gina mengakui persaingan kerja semakin ketat. Apalagi saat dirinya tiba di job fair, antrian masuk yang cukup panjang menandakan bahwa jumlah lowongan kerja masih kurang.

"Ya lihat saja yang ngantri, saya sudah ingatkan ke keponakan saya, kalau mau ke job fair, harus berangkat pagi-pagi, kalau enggak ya nanti ikut ngantri panjang, akhirnya benar kan," ungkap Gina.

Ia berharap keponakannya bisa mendapatkan pekerjaan di job fair tersebut. Adapun alasan lain Gina mau menemani keponakannya karena untuk mengarahkan lowongan yang perlu dicari.

"Kebetulan karena keponakan saya baru lulus, ya belum mengerti lah lowongan yang potensial, jadi saya temani saja, kadang kalau dia sendiri, suka enggak pede nyarinya," imbuhnya.


(chd/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Geger Fresh Graduate Singapura Susah Cari Kerja