Investasi RI Naik 31% dalam Dua Tahun, Tembus Rp3.923 Triliun

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 14:36 WIB
Foto: (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi investasi di Indonesia selama dua tahun era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang. Capaian tersebut dihitung sejak triwulan IV-2024 hingga triwulan III-2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan capaian tersebut usai melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta.

"Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang," ujar Rosan dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).


Dari total realisasi tersebut, investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen, sedangkan investasi di Jawa tercatat sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2%. Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun, sementara penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun.

Rosan menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong peningkatan investasi yang berkualitas, terutama yang mendukung hilirisasi dan industrialisasi serta memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.

"Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi," ungkap Rosan.

Pemerintah juga terus memperkuat iklim investasi melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan badan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor dalam negeri maupun asing.

Rosan menegaskan bahwa kepastian menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Pemerintah, menurutnya, terus berupaya mengurangi ketidakpastian, baik dari sisi perizinan, waktu, maupun iklim investasi.

"Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian. Itu yang kita coba lakukan mengurangi ketidakpastian. Baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi iklim investasi," tegas Rosan.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi selama Oktober 2024 hingga September 2026 meningkat sekitar 31% dibandingkan periode Oktober 2022 hingga September 2024. Dalam periode dua tahun sebelumnya, investasi tercatat sekitar Rp2.995,1 triliun, sementara pada dua tahun terakhir meningkat menjadi Rp3.923,2 triliun, atau bertambah sekitar Rp928,1 triliun.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Airlangga Ungkap Alasan Ekonomi Vietnam Tumbuh Lebih Kencang Dari RI