Coca-Cola Perluas Fasilitas Embung Doho, Dukung Wisata dan UMKM Lokal
Wonogiri, CNBC Indonesia - The Coca-Cola Foundation Indonesia (TCCF) sebagai lembaga filantropi global dari The Coca-Cola Company mendukung pembangunan awal Embung Doho di Wonogiri melalui kemitraan dengan Yayasan Obor Tani. Embung Doho dibangun untuk mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan ketersediaan air di Wonogiri.
Embung yang diresmikan pada 2018 ini merupakan Program Air Untuk Masyarakat (Community Water Program) sebagai upaya mempertahankan konservasi air dan lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia.
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Joko Purwidyatmoko mewakili Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan mengapresiasi proyek embung Doho yang sudah dijalankan selama 8 tahun. Dia mengungkapkan embung seluas 1,5 hektar ini mampu menghadirkan fasilitas irigasi dan ketahanan ketersediaan air untuk budidaya pertanian.
"Kemudian ternyata juga berkembang menjadi salah satu wisata masyarakat lokal dan sekitarnya. Ini tentu kemudian jadi satu dampak positif yang simultan atau berkelanjutan dan berkembang sehingga perlu dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang," ungkap dia dalam Kunjungan Perluasan Manfaat Embung Doho dan Peresmian Warung UMKM, Rabu (7/10/2026).
Dia pun mengapresiasi Coca-Cola Foundation Indonesia dan berbagai pihak yang mendukung pembangunan sekaligus perawatan proyek Embung Doho.
"Saya berpesan, fasilitas ini agar dapat dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat yang semaksimal mungkin bagi semua pihak," tegas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia sekaligus Ketua Coca-Cola Foundation Indonesia Triyono Prijosoesilo mengungkapkan embung ini menjadi yang pertama dibangun di Indonesia. Proyek ini pun merupakan upaya perusahaan dalam mendukung pengelolaan air.
"Pada waktu 2017 kita berpikir seperti apa sih yang kita bisa lakukan selaku Coca-Cola bagian daripada masyarakat Indonesia untuk bisa membantu lebih banyak lagi, membangun masyarakat yang lebih sejahtera, membangun masyarakat yang lebih berdaya, dan kita lihat tentunya air adalah salah satu dari titik utama," ungkap dia.
Embung merupakan cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait. Berdasarkan data Yayasan Obor Tani, embung seluas 1,5 hektare ini dapat menampung lebih dari 15 juta liter air dan berfungsi sebagai sumber irigasi bagi setidaknya 40 hektar perkebunan masyarakat atau 10 hektare sawah pertanian.
Dalam perjalanannya Embung Doho kemudian berfungsi sebagai kawasan wisata dan mendorong pertumbuhan UMKM di kawasan tersebut. Di kawasan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan perkemahan dan mengundang lebih dari 70 UMKM.
"Jadi itu benar-benar menjadi menggerakkan ekonomi tidak saja secara langsung terkait dengan keberadaan airnya, tapi juga dari sisi wisatanya juga ternyata tumbuh," jelas Triyono.
Tak hanya itu, TCCFI juga memberikan bantuan berupa panel surya untuk efisiensi operasional embung Doho. Panel surya dengan kapasitas hingga 2.340 watt tersebut membantu penyaluran meningkatkan debit air yang disalurkan ke sistem irigasi.
"Kita lihat juga, fasilitas yang dibangun ini, yaitu Taman Kuliner Doho, juga mengedepankan efisiensi berkait dengan akses airnya, termasuk memanfaatkan air hujan, dan penggunaan kembali air untuk kebutuhan nonkonsumsi. Jadi kita tidak ingin juga air dikelola dengan tidak bijak," terang dia.
(dpu/dpu)