Internasional

Putin Sepakat Sidang Damai, Tiga Raksasa Bakal Kumpul di China

tps, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 13:50 WIB
Foto: AFP/ILYA PITALEV

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya sepakat untuk melanjutkan negosiasi pembicaraan damai tiga arah dengan Ukraina yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) paling cepat pada bulan depan. Kesepakatan ini muncul setelah Putin bertemu dengan utusan AS, Steve Witkoff, di St. Petersburg dalam upaya terbaru Washington untuk menghentikan konflik berdarah di Eropa tersebut.

Mengutip Reuters, Rabu (21/10/2026), negosiasi tatap muka yang kesembilan kalinya bagi Witkoff dan Putin ini diawali dengan gestur niat baik dari Rusia. Kremlin secara resmi membebaskan Stephen Hubbard, seorang pensiunan guru sekolah AS, sebagaimana yang secara khusus diminta oleh Presiden AS Donald Trump.

Rencana perundingan teknis tiga arah tersebut dikabarkan akan digelar pada atau setelah 10 November yang kemungkinan mengambil lokasi di Abu Dhabi.


Fokus pembicaraan nantinya akan tertuju pada jaminan keamanan bagi Ukraina dan Rusia setelah perang berakhir. Pembicaraan damai ini menjadi yang pertama sejak bulan Februari lalu, tepat sebelum AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran. Langkah ini juga terjadi lebih dari dua tahun sejak Trump berjanji dalam kampanye pemilunya untuk mengakhiri perang Ukraina dalam waktu 24 jam.

Namun, pertemuan penting ini terjadi di tengah kekhawatiran Kyiv dan sekutunya bahwa AS mulai menjauh dan menahan informasi intelijen serta komunikasi militer. Sehari sebelumnya, Witkoff telah mengadakan pembicaraan di Oslo dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, para pemimpin Finlandia dan Norwegia, serta perwakilan Eropa dan NATO.

Witkoff mengeklaim pembicaraan di Oslo memiliki semacam momentum, sementara pejabat AS menyebut Ukraina telah membawa berbagai ide dan proposal baru.

Meski begitu, ajudan Kremlin Yuri Ushakov memberikan tanggapan dingin usai pertemuan di St. Petersburg yang memakan waktu hampir tiga jam tersebut.

"Nuansa ini, bisa dikatakan, tidak sepenuhnya memuaskan kami," ungkapnya.

Di sisi lain, Trump baru-baru ini juga semakin mengintensifkan tekanannya agar Ukraina segera mencapai sebuah kesepakatan damai.

"Ini adalah waktunya bagi Ukraina untuk mengakhiri perang atau menghadapi hal yang sangat buruk," kata Trump.

Selain masalah Ukraina, Putin turut menggunakan pembicaraan tersebut untuk menawarkan bantuan kepada Trump dalam menangani krisis dengan Iran dengan memanfaatkan hubungan puluhan tahun antara Rusia dan Teheran. Rusia juga secara terbuka menawarkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk para petani AS.

Dalam perundingan itu, utusan khusus investasi Putin, Kirill Dmitriev, juga hadir untuk membahas proyek ekonomi bersama berskala besar yang hampir terealisasi.

Witkoff mengungkapkan bahwa ia turut membawa dokumen berisi ide-ide kesepakatan damai untuk ditinjau Putin. Menantu Trump, Jared Kushner, bahkan ikut bergabung melalui sambungan telepon jarak jauh untuk menyampaikan gagasannya. Menariknya lagi, sebuah pertemuan bersejarah antara Trump, Putin, dan Presiden China Xi Jinping dilaporkan tengah dipersiapkan oleh Beijing untuk bulan depan.

Meski perundingan damai kembali dihidupkan, Putin sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi atas tujuan utama perangnya, yakni kendali penuh atas wilayah Donetsk, penolakan keanggotaan NATO bagi Kyiv, serta menuntut perjanjian damai menyeluruh ketimbang gencatan senjata sementara.

Zelensky sendiri berharap dapat membahas isu-isu kunci ini dalam pertemuan trilateral bersama Putin dan Trump, meskipun Kremlin menegaskan bahwa pertemuan antara Putin dan Zelensky membutuhkan persiapan yang sangat matang dari para ajudan agar sepadan.

Hubungan AS dan Ukraina sendiri tercatat sedang memburuk sejak Trump mengumumkan kesepakatan ekspor diesel dengan Rusia pada awal bulan ini demi menurunkan tingginya harga bahan bakar di AS jelang pemilu legislatif bulan November akibat imbas perang Iran. Sejak kesepakatan BBM tersebut, Ukraina mengeluhkan adanya gangguan dalam pembagian intelijen dan penggunaan satelit militer Starshield, meskipun Zelensky mengatakan bahwa pertemuan Oslo pada hari Selasa telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Bahkan, sebuah laporan The Wall Street Journal mengeklaim bahwa miliarder Elon Musk diduga telah memerintahkan pelambatan layanan satelit Starlink tingkat militer tersebut minggu lalu, padahal Ukraina sangat mengandalkannya untuk melacak serangan rudal balistik Rusia.Merespons tuduhan itu, Musk berdalih bahwa keputusan semacam itu murni diambil oleh militer AS atau presiden, sementara Trump langsung menolak bertanggung jawab atas perlambatan itu.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga kembali membantah laporan tersebut pada hari Rabu.

"Washington tidak menarik kemampuan Kyiv untuk mengakses Starlink," tegasnya.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat untuk Gencatan Senjata Energi