Subsidi Bakal di Top Up, Harga BBM Pertalite-Solar Dipastikan Tak Naik

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 09:25 WIB
Foto: Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite pada SPBU Pertamina 34.103.01 di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan isyarat untuk menambah nilai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penambahan subsidi itu dilakukan lantaran harga minyak dunia yang saat ini terus mengalami kenaikan. Bahkan, harga minyak mentah Indonesia pun saat ini berada dalam kisaran US$ 92 per barel jauh di atas harga minyak yang ditetapkan dalam APBN 2026 senilai US$ 70 per ton.

""Yang sekarang kita lagi perhitungkan adalah harga ICP (Indonesia Crude Price) global yang naik terus karena begitu harga ICP global naik terus akan kemungkinan besar menambah top up subsidi," ungkap Bahlil di Istana Negara, Jakarta, dikutip kamis (22/10/2026).


Namun yang pasti, meskipun harga minyak mentah dunia dan ICP mengalami kenaikan, Bahlil memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM untuk jensi subsidi. "Tidak ada kenaikan," tegasnya.

"Kita Tagetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$ 100 per barel (ICP). Jadi relatif oke untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan," serunya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Rombak Kabinet, Sugiono - Bahlil Diangkat Jadi Menko