FOTO Internasional

Potret Demo Pecah Lagi, Mahasiswa Turun ke Jalan-Warga Mendukung

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 12:05 WIB

Ribuan pendukung mahasiswa Serbia berunjuk rasa menjelang pemilu 25 Oktober, menuntut keadilan atas tragedi stasiun Novi Sad dan pemberantasan korupsi.

1/5 Warga menyambut para mahasiswa yang berjalan kaki menuju ibu kota dari berbagai wilayah di negara tersebut, saat mereka tiba sehari sebelum rapat umum kampanye terakhir dari daftar pemilihan “Daftar Mahasiswa - Mahasiswa Menang” (“Student List - Students Win”), di Beograd, Serbia, 21 Oktober 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Ribuan pendukung gerakan mahasiswa Serbia berbaris menuju Beograd pada Rabu (21/10/2026) malam. Mereka berkumpul untuk menggelar aksi besar menjelang pemilihan umum pada Minggu (25/10). (REUTERS/Marko Djurica)

2/5 Warga menyambut para mahasiswa yang berjalan kaki menuju ibu kota dari berbagai wilayah di negara tersebut, saat mereka tiba sehari sebelum rapat umum kampanye terakhir dari daftar pemilihan “Daftar Mahasiswa - Mahasiswa Menang” (“Student List - Students Win”), di Beograd, Serbia, 21 Oktober 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Gerakan mahasiswa ini bermula setelah atap stasiun kereta api di Novi Sad runtuh pada November 2024 dan menewaskan 16 orang. Mereka menuntut keadilan bagi para korban serta pemberantasan korupsi yang dinilai berkontribusi terhadap buruknya kualitas pembangunan stasiun tersebut. (REUTERS/Marko Djurica)

3/5 Warga menyambut para mahasiswa yang berjalan kaki menuju ibu kota dari berbagai wilayah di negara tersebut, saat mereka tiba sehari sebelum rapat umum kampanye terakhir dari daftar pemilihan “Daftar Mahasiswa - Mahasiswa Menang” (“Student List - Students Win”), di Beograd, Serbia, 21 Oktober 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Dua tahun setelah tragedi itu, gerakan mahasiswa berkembang menjadi salah satu kekuatan politik utama di Serbia. Aksi mereka juga menjadi tantangan bagi pemerintahan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, yang mendominasi politik Serbia sejak 2014, baik saat menjabat sebagai perdana menteri maupun presiden. (REUTERS/Marko Djurica)

4/5 Warga menyambut para mahasiswa yang berjalan kaki menuju ibu kota dari berbagai wilayah di negara tersebut, saat mereka tiba sehari sebelum rapat umum kampanye terakhir dari daftar pemilihan “Daftar Mahasiswa - Mahasiswa Menang” (“Student List - Students Win”), di Beograd, Serbia, 21 Oktober 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Dalam pemilu kali ini, gerakan mahasiswa mengusung daftar kandidat bertajuk "Students Win" yang terdiri dari 250 orang. Daftar tersebut mencakup beragam latar belakang, mulai dari profesor universitas, aktor, petani, hingga rapper populer. (REUTERS/Marko Djurica)

5/5 Warga menyambut para mahasiswa yang berjalan kaki menuju ibu kota dari berbagai wilayah di negara tersebut, saat mereka tiba sehari sebelum rapat umum kampanye terakhir dari daftar pemilihan “Daftar Mahasiswa - Mahasiswa Menang” (“Student List - Students Win”), di Beograd, Serbia, 21 Oktober 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Survei yang dirilis New Serbian Political Thought (NSPM) pada 20 Oktober menunjukkan daftar kandidat mahasiswa memperoleh dukungan 44,5%, sedangkan Partai Progresif Serbia (SNS) pimpinan Vucic meraih 42,7%. Meski demikian, peluang taruhan politik masih lebih mengunggulkan Vucic menjelang pemungutan suara pada Minggu. (REUTERS/Marko Djurica)