Orang Dekat Presiden Ini Sebut Reshuffle Kabinet Kemungkinan Masih Ada

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 21/10/2026 19:05 WIB
Foto: Fuad Bawazier. (Dok. Detikcom/Agung Pambudhy)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fuad Bawazier, Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, memproyeksikan perombakan (reshuffle) di Kabinet Merah Putih masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Hal itu dinilai relevan dalam mengisi kekosongan jabatan, serta menyesuaikan dinamika kinerja para anggota kabinet.

Fuad Bawazier yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 1998 ini mengungkapkan bahwa sinyal perombakan jajaran menteri terlihat dari adanya dinamika kinerja serta evaluasi posisi di tingkat kementerian.


Ia menilai perombakan jajaran kabinet merupakan hal yang logis untuk dilakukan demi menjaga efektivitas serta keberlanjutan roda pemerintahan secara menyeluruh.

"Saya rasa ini akan berlanjut, kan masih ada ya ada menteri yang enggak tahu ke mana lagi perginya gitu. Ya kan itu mesti di-reshuffle," ungkap Fuad dalam Podcast Cuap Cuap Cuan CNBC Indonesia, dikutip Rabu (21/10/2026).

Selain faktor penyesuaian kinerja, Fuad pun menyebut, adanya menteri yang telah mendapatkan promosi jabatan menjadi Menteri Koordinator (Menko), namun kemudian posisi menteri di bawahnya itu kemungkinan akan diganti.

"Nah ada lagi kayanya yang sudah ada Menko, katanya mungkin menterinya akan diganti. Diganti orang lain kemungkinannya kan begitu, karena ini udah diangkat jadi Menko," kata Fuad.

Seperti diketahui, belum lama ini, tepatnya pada 1 Oktober 2026, Presiden RI Prabowo Subianto merombak jajaran menteri kabinetnya.

Di tengah perombakan kabinet, Presiden Prabowo juga mengangkat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Sejak saat itu, Bahlil pun merangkap jabatan Menko Hirilisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM.

Namun demikian, Fuad menegaskan bahwa keputusan akhir terkait perombakan susunan menteri sepenuhnya berada di bawah wewenang dan hak prerogatif Presiden. Tapi berdasarkan kalkulasi logika dan pengamatannya, rotasi jajaran pejabat kementerian diperkirakan masih akan bergulir.

"Dan begitu-begitu, makanya masih akan berlanjut (reshuffle), menurut feeling saya gitu ya. Itu kan semuanya urusannya Presiden, tapi logika saya masih akan berlanjut ini terus," tutur Fuad.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menanggapi kabar kemungkinan adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Saat ditemui pada acara pemberian bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Muarabaru, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026), Bahlil pun mengatakan, "Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden, ya. Jadi kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden. Oke."


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Media Asing Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo, Posisi Menlu Jadi Topik