Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih dan mengapresiasi kinerja menteri serta penindakan penyelundupan.
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kegiatan Sidang Kabinet Paripurna (SKP) untuk memperingati dua tahun pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sidang ini dihadiri oleh para menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, serta jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Presiden Prabowo mengapresiasi kekompakan dan kerja sama tim (teamwork) seluruh jajaran menteri serta kepala lembaga dalam menghadapi tantangan dua tahun pertama. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pemerintahan. Menurutnya, banyak prestasi yang sudah diraih dan layak untuk dibanggakan. "Dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, prestasi dalam 2 tahun ini perlu kita banggakan bukan kita sombong. Kita tidak boleh sombong tapi kita tidak boleh rendah diri," kata Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Seringkali, kata Prabowo tidak bangga terhadap prestasi sendiri. Bahkan cenderung lebih hormat pada prestasi orang asing. Menurutnya ini tidak boleh terjadi, sebab secara individu sudah memberikan pengorbanan luar biasa terhadap kepentingan rakyat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Sekarang saya bangga menjadi pemimpinmu, saya bangga menjadi Presidenmu saya bangga telah memimpin pemerintah ini karena dalam 2 tahun, kita telah bekerja dengan hasil yang nyata," jelasnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Menurut Prabowo salah satunya adalah menjaga masyarakat Indonesia dari barang hasil penyelundupan. Penegakan hukum dilakukan secara keras terhadap narkotika, tekstil dan lainnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita, penyelundupan ke dalam apakah berupa penyelundupan narkotika, apakah berupa penyelundupan barang-barang yang akan membuat pabrik-pabrik kita tutup," jelasnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kemudian menjaga kekayaan Indonesia yang sudah dirampok bertahun-tahun oleh asing dan segelintir orang di dalam negeri. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)