Eks Pejabat Kementerian Keuangan Ditangkap terkait Skandal Investasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Turki pada hari Rabu secara dramatis menahan 26 orang, termasuk seorang mantan birokrat kementerian keuangan dan jajaran eksekutif dana investasi. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi penyelidikan skandal penipuan dana investasi raksasa bernilai miliaran dolar yang kini tengah mengguncang negara tersebut.
Mengutip AFP, Rabu (21/10/2026), skandal ini mulai menjadi berita utama sedikit lebih dari sebulan yang lalu. Jaksa penuntut saat ini tengah menyelidiki lebih dalam terkait tuduhan manipulasi pasar secara luas yang dilaporkan telah merugikan tabungan dari sekitar 455.000 investor individu.
Operasi kepolisian ini dilakukan hanya sehari setelah Menteri Keuangan Mehmet Simsek memberikan ultimatum tegas. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang tidak secara sukarela mengembalikan keuntungan yang diperoleh melalui aktivitas pengganggu pasar tersebut akan segera menghadapi proses hukum.
Pada Selasa, Simsek juga mengeklaim bahwa pihak berwenang telah mengetahui nama-nama setiap orang yang meraup keuntungan dari skandal ini, meskipun ia tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak pihak yang terlibat.
"Mereka yang memperoleh keuntungan nyata sebesar 10 juta lira (Rp3,63 miliar) atau lebih akan didekati," ungkapnya.
"Jika tidak ada pengembalian sukarela, kementerian kehakiman akan memulai prosedur hukum yang relevan."
Krisis ini telah memunculkan pertanyaan yang tidak nyaman tentang siapa sebenarnya yang meraup keuntungan haram tersebut. Kondisi ini pada akhirnya memberikan tekanan besar pada partai berkuasa AKP pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Terlebih lagi, seorang mantan menteri juga telah mengundurkan diri menyusul deretan tuduhan tentang aktivitas investasinya.
Melalui pernyataan resminya, jaksa penuntut menegaskan bahwa mereka telah mengeluarkan surat perintah untuk 31 orang. Dari jumlah tersebut, 26 orang di antaranya telah berhasil ditahan, sementara polisi masih memburu lima orang lainnya.
Di antara mereka yang masih buron adalah Nusret Altinbas, pemilik konglomerat swasta besar Turki bernama Altinbas Holdings. Menurut laporan kantor berita pemerintah Anadolu, saudara laki-laki Nusret saat ini sudah ditahan dan aset keluarganya juga telah dibekukan.
Kementerian Kehakiman mencatat bahwa hingga 4 Oktober, sebanyak 85 orang telah dipenjara sambil menunggu persidangan dalam kasus ini. Belum jelas atas tuduhan spesifik apa para tersangka terbaru ini ditahan atau kapan mereka akan dibawa ke pengadilan.
Namun, kepolisian memastikan bahwa daftar tersangka mencakup 16 nama eksekutif dan staf dari berbagai perusahaan manajemen portofolio yang sebelumnya sudah terseret dalam skandal tersebut, di antaranya Atlas, Pardus, Hedef, Tera, dan A1.
Gelombang pembersihan akibat skandal ini juga terus meluas ke berbagai lini. Pada Senin, kepala regulator pasar modal Turki SPK secara mengejutkan dipecat setelah baru menjabat selama lima bulan, hanya beberapa hari setelah jaksa mulai menyelidiki pendahulunya.
Pada hari yang sama, wakil Simsek, yaitu Osman Celik, juga memutuskan untuk mengundurkan diri, berselang dua minggu setelah menantunya dipenjara sambil menunggu persidangan dalam pusaran skandal dana ini.
(tps/luc)