Prabowo: Indonesia Sedang Diserang Dengan Keras!

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 21/10/2026 16:56 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia-Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sedang diserang dengan keras melalui berbagai jalur karena peluang sebagai negara kuat dan maju makin terbuka.

"Saudara-saudara, kita diserang bangsa Indonesia selalu kalau bangkit bangsa Indonesia diserang dengan keras," kata Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).


"Karena sesungguhnya sangat tidak berkenan berdirinya bangsa Indonesia bagi bangsa bangsa tertentu di dunia ini. Dari sejak kita lahir kita diganggu," tegasnya.

Menurut Prabowo, ini disebabkan oleh Indonesia yang sangat kaya sumber daya alam (SDA). Jika SDA tersebut mampu dikelola dengan baik, maka potensi Indonesia emas makin terbuka lebar.

"Nusantara ini sangat-sangat kaya, kekayaan kita, telah dirampok bertahun-tahun, ratusan tahun saya sudah buktikan ke saudara-saudara dan bukan sekarang tidak perlu ulangi lagi data-data sejarah, membenarkan bahwa nusantara kita ini selalu menjadi sasaran, sasaran kekuatan-kekuatan negara-negara yang ingin mengambil kekayaan kita," paparnya.

Prabowo menegaskan, langkah yang diambil dalam dua tahun jabatannya demi kepentingan rakyat. Menurutnya pemerintah tidak boleh terlalu naif menghadapi situasi ini, bahkan hanya ingin menyenangkan pihak lain.

"Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujarnya.

Apabila hanya meneruskan sistem lama, Prabowo mengungkapkan kekayaan Indonesia tidak akan pernah dirasakan oleh masyarakat sendiri.

"Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu, para ahli hukum para ahli pidana, akan membenarkan, coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran," pungkasnya.


(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Beri Taklimat Kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri