FOTO Internasional

Potret Hiu Bukangi Bikin Khawatir Usai Sebulan Terjebak di Kanal

Reuters, CNBC Indonesia
Rabu, 21/10/2026 18:50 WIB

Korea Selatan kembali berupaya mengembalikan hiu Bukangi ke laut lepas setelah sebulan terjebak di kanal Busan dan belum terpantau makan.

1/6 Orang-orang mengamati seekor hiu yang dijuluki

Otoritas Korea Selatan kembali melakukan upaya ketiga untuk mengarahkan seekor hiu ke laut lepas pada Rabu (21/10/2026). Hiu yang dijuluki Bukangi itu telah terjebak selama lebih dari sebulan di sebuah kanal di kawasan pelabuhan selatan Busan. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

2/6 Orang-orang mengamati seekor hiu yang dijuluki

Bukangi pertama kali terlihat di jalur air sempit di North Port pada 18 September 2026. Sejak kemunculannya, lebih dari 1,6 juta orang mengunjungi taman tepi laut hingga 20 Oktober untuk melihat hiu tersebut, menurut Busan Infrastructure Corporation. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

3/6 Orang-orang mengamati seekor hiu yang dijuluki

Institut Nasional Ilmu Perikanan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa Bukangi merupakan hiu betina jenis dusky shark dengan panjang sekitar 3 meter. Spesies yang hidup di perairan tropis, subtropis, dan beriklim sedang ini masuk dalam kategori terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). (REUTERS/Kim Hong-Ji)

4/6 Orang-orang mengamati seekor hiu yang dijuluki

Upaya ketiga dilakukan karena Bukangi belum terpantau makan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesehatannya, terutama karena suhu udara diperkirakan turun tajam mulai Kamis (22/10/2026), menurut pemerintah Kota Busan. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

5/6 Orang-orang mengamati seekor hiu yang dijuluki

Puluhan warga masih antusias mengamati Bukangi. Bukangi dilaporkan mengalami luka ringan pada sirip dan moncongnya setelah bergesekan dengan dinding kanal serta bersentuhan dengan tiram dan organisme laut lain yang menempel di permukaan dinding. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

6/6 Orang-orang mengamati seekor hiu yang dijuluki

Pemerintah Kota Busan memilih Rabu sebagai waktu pelaksanaan operasi karena tidak ada jadwal pergerakan kapal pesiar di kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendukung upaya mengarahkan Bukangi kembali ke habitat laut lepas sebelum penurunan suhu memengaruhi kondisinya. (REUTERS/Kim Hong-Ji)