Ini Bukti Energi Panas Bumi Jadi Bagian Gaya Hidup Masyarakat Kamojang
Jakarta, CNBC Indonesia - Sumber daya panas bumi di wilayah Kamojang, Jawa Barat, berhasil menjadi energi bersih sekaligus membuka peluang ekonomi. Di bawah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), tepat 100 tahun sejak eksplorasi pertama, geotermal menciptakan peluang ekonomi masyarakat Kamojang.
Tokoh Masyarakat Kamojang Dindin Komarudin menjelaskan Kamojang merupakan geotermal tertua di Indonesia dan saat ini usianya mencapai 100 tahun. Geotermal bisa dikembangkan dengan dukungan kelestarian hutan di lingkungan wilayah kerja Kamojang.
"Hal ini bisa diaplikasikan dengan sinergi antara masyarakat, Pertanian Geotermal, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat," ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).
Dindin menjelaskan PGE menjalankan berbagai program di wilayah kerja Kamojang baik dari segi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta sarana ibadah.
Dia mengungkapkan pengembangan panas bumi membawa dampak signifikan bagi masyarakat di Kamojang. Salah satunya Kopi Canaya yang memanfaatkan uap panas bumi untuk proses pengeringan.
"Jadi proses pengeringan yg tadinya perlu waktu 40 hari tetapi dengan menggunakan uap panas bumi bisa dimaksimalkan menjadi 7 hari. Ini bisa memangkas atau bisa, meningkatkan produktivitas petani sehingga hasil panen jadi lebih bagus," jelas dia.
Panas bumi juga membantu petani menciptakan pupuk untuk pertanian sayur dan hasil bumi. Anggota kelompok Petani Kamojang Binaan PGE Undang mengungkapkan PGE memberikan pembinaan bagi para petani, seperti pelatihan, penyediaan pupuk, serta pemeliharaan dan pembibitan.
"Ada koperasinya juga untuk menjual hasil produksi. Ada keripik, singkong, hasil pertanian dari lingkungan masyarakat Kamojang," jelas dia.
Direktur Utama PGEO Ahmad Yani menjelaskan bahwa Kamojang menjadi sejarah bermulanya pengembangan energi panas bumi di Indonesia, tepatnya pada 1926 oleh Belanda.
"Jadi momen di mana perjalanan panas bumi sudah satu abad. Ditandai dengan pengeboran sumur tahun 1926 oleh Belanda. Panas bumi menjadi bagian strategis pengembangan energi Indonesia ke depan," jelas dia.
Menurut dia geotermal lebih unggul dibandingkan energi bersih lain sebab geotermal bisa memproduksi energi selama 24 jam tanpa terkendala cuaca dan musim. Hal ini tak berlaku bagi energi matahari yang hanya dapat memproduksi di waktu tertentu.
"Produksi tahun ini kita akan segera mencatatkan all time high dalam performance produksi. Inilah pembuktian geotermal tidak dipengaruhi mesin. Kita energi base load," jelas dia.
Diketahui wilayah kerja Kamojang memiliki 5 unit pembangkit memiliki total kapasitas terpasang 235 megawatt. Unit pembangkit ini memasok listrik bagi lebih dari 26.000 keluarga. Adapun sepanjang 2025 PLTP Kamojang mencatat produksi listrik tertinggi di antara seluruh wilayah kerja panas bumi PGE dengan mencapai 1806,41 gigawatt hour.
(rah/rah)