MARKET DATA
Internasional

Tambang Emas Longsor, Sedikitnya 14 Orang Tewas

tps,  CNBC Indonesia
20 October 2026 14:45
Runtuhnya lereng di sebuah tambang terbuka di wilayah barat daya Kolombia pada hari Rabu (19 Agustus) menewaskan 13 pekerja dan melukai tujuh orang lainnya di wilayah administratif Policarpa. (Tangkapan Layar Reuters TV)
Foto: Ilustrasi tambang di Kolombia. (Tangkapan Layar Reuters TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 14 orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka menyusul runtuhnya sebuah tambang emas ilegal di wilayah barat daya Kolombia. Kecelakaan maut ini terjadi di sektor pedesaan Chambero yang terletak di kotamadya Santa Barbara de Iscuande, Provinsi Nariño, pada hari Senin (19/10/2026) waktu setempat.

Mengutip Reuters, Selasa (20/10/2026), operasi pencarian dan penyelamatan para korban di lokasi kejadian saat ini telah dinyatakan selesai. Gubernur Nariño, Luis Alfonso Escobar, mengonfirmasi langsung berakhirnya proses evakuasi tersebut.

Tragedi ini memicu reaksi dari pemerintah daerah setempat. Sang gubernur secara khusus mendesak pemerintah nasional, Badan Pertambangan Nasional, serta Kementerian Pertambangan dan Energi Kolombia untuk segera mengambil langkah nyata terkait status para pekerja tambang.

"Percepat proses formalisasi bagi penambang ilegal dan skala kecil," tegas Escobar.

"Langkah ini untuk meningkatkan kondisi kerja dan standar keselamatan."

Insiden mematikan di sektor pertambangan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Pada bulan Agustus lalu, 13 orang juga dilaporkan tewas dalam kecelakaan tambang serupa yang berlokasi di kota Policarpa, yang juga terletak di Provinsi Nariño.

Praktik penambangan informal dan tidak diatur secara hukum saat ini masih sangat umum dijumpai di berbagai pelosok pedesaan Kolombia. Operasi penambangan liar semacam itu sering kali sama sekali tidak memiliki infrastruktur keselamatan yang memadai, sehingga secara konsisten terus memicu rentetan kecelakaan fatal.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Penambang Ilegal Dibantu China Keruk Tambang Emas RI Pakai Ekskavator


Most Popular
Features