Update Baru Prancis Chaos Bak Zona Perang, 9 Kota Terapkan Jam Malam
Jakarta, CNBC Indonesia - Prancis mengumumkan pemberlakuan jam malam parsial di Paris dan sejumlah kota lain di negeri itu, mulai Senin waktu setempat. Hal ini untuk meredam chaos akibat demonstrasi akhir pekan lalu, yang berubah dari tuntutan lonjakan harga menjadi kerusuhan jalanan dan penjarahan.
Mengutip AFP, Selasa (20/10/20206), Perdana Menteri (PM) Sebastien Lecornu mengatakan tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menetapkan status darurat. Apalagi Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez sempat menyebut bahwa polisi telah "kehilangan kendali".
"Saya bertekad penuh untuk memulihkan ketertiban umum," ujar Lecornu.
Secara general, jam malam parsial akan diberlakukan mulai Senin malam hingga Selasa pagi. Keputusan diambil guna melindungi tempat usaha.
Berikut delapan kota dan wilayah yang mengalami jam malam:
Paris
Jam malam yang diberlakukan di beberapa wilayah Paris. Di ibu kota Paris, jam malam ditetapkan mulai pukul 23.00 sementara aksi demonstrasi dilarang mulai pukul 20.00.
Aturan ini mencakup dua area yang menjadi titik penjarahan selama akhir pekan yakni Place de la Republique (Alun-alun Republik) di bagian tengah-timur ibu kota. Termasuk kawasan pusat Chatelet-les-Halles yang dipenuhi oleh berbagai toko.
Lyon
Lyon, kota terbesar ketiga di Prancis, menerapkan jam malam di pusat kotany. Sebelumnya, ini menjadi lokasi di mana sebuah kantor pariwisata sempat dibakar dalam aksi protes pada hari Sabtu.
Larangan pergerakan publik di kawasan tersebut berlaku mulai pukul 21.00 hari Senin hingga pukul 06.00 hari Selasa. Larangan berkumpul di tempat umum juga diberlakukan di beberapa bagian kota Lyon sejak pukul 18.00 hari Senin.
Nice
Nice, kota terbesar di wilayah French Riviera, menerapkan jam malam di pusat kota mulai pukul 21.00 hingga 06.00, berdasarkan perintah wali kota. Namun, jam malam ini hanya berlaku bagi anak di bawah umur yang tidak didampingi orang dewasa.
Lille dan 3 Kota di wilayah utara
Lille, wilayah metropolitan terbesar keempat di Prancis, serta kota Douai, Wattignies, dan Denain, yang semuanya terletak di Prancis bagian utara, memberlakukan jam malam. Ini khususnya berlaku bagi anak di bawah umur yang tidak didampingi orang dewasa.
Aturan berlaku mulai pukul 20.00 hari Senin hingga pukul 06.00 hari Selasa. Tapi aturan tak berlaku untuk semua wilayah melainkan zona-zona tertentu saja.
Wilayah Lain
Coulaines, sebuah desa di pinggiran utara kota Le Mans, melarang anak di bawah umur berusia di bawah 16 tahun yang tidak didampingi orang dewasa untuk berada di area tertentu pada Senin, Selasa, dan Rabu malam. Ini berlaku mulai pukul 23.00 hingga pukul 06.00 keesokan harinya.
Karibia
Otoritas di wilayah kepulauan Karibia Prancis, Guadeloupe, juga menetapkan jam malam bagi anak di bawah umur di kota-kota utama, yaitu Pointe-a-Pitre dan Les Abymes. Hal tersebut menyusul aksi protes yang berujung pada kekerasan baru-baru ini.
Sementara itu sebelumnya, sekitar setengah juta orang turun ke jalan di seluruh Prancis pada hari Sabtu untuk memprotes lonjakan biaya hidup. Aksi ini merupakan puncak dari rangkaian protes selama empat minggu yang bermula dari tuntutan para pelajar agar kondisi di sekolah menengah diperbaiki.
Demonstrasi damai berubah menjadi kekerasan di banyak kota, saat kelompok-kelompok bertopeng menyerang aparat penegak hukum, membobol gedung-gedung publik dan membakarnya, menjarah toko-toko, serta membakar mobil, sepeda, dan skuter. Lebih dari 2.500 orang ditangkap dan hampir 1.000 anggota pasukan keamanan mengalami luka-luka.
Para pengunjuk rasa pun turut terluka. Salah satu demonstran kehilangan tangannya akibat granat pengendali massa milik polisi.
Kerusuhan ini, meletus hanya enam bulan sebelum Prancis memilih pengganti Presiden Emmanuel Macron, yang kini berkuasa. Macron mengakui adanya kegagalan dalam respons pemerintah, padahal sebanyak 60.000 personel penegak hukum telah dikerahkan pada hari Sabtu.
Para wisatawan di Paris merasakan dampak gangguan tersebut pada hari Senin saat mendapati Museum Louvre ditutup akibat ulah sekelompok kecil mahasiswa pengunjuk rasa. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Paris mengimbau warga negara Amerika untuk menghindari lokasi demonstrasi.
Bukan hanya Prancis, sebelumnya, negara-negara Eropa lain juga mengalami demonstrasi akibat kenaikan harga. Bentrokan pun terjadi di Milan, Italia, dan Belgia selama akhir pekan sementara aksi protes juga mulai muncul di Spanyol dan Portugal.