MARKET DATA

Direlaksasi, Produksi Batu Bara RI Bisa Capai 700 Juta Ton Tahun Ini

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
20 October 2026 13:20
Sejumlah perahu tongkang batu bara melintas di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (24/7/2024). Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur pengangkutan batu bara. Setiap hari di sungai ini dipadati tongkang yang membawa muatan batu bar
Foto: Sejumlah perahu tongkang batu bara melintas di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (24/7/2024). Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur pengangkutan batu bara. Setiap hari di sungai ini dipadati tongkang yang membawa muatan batu bara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil lahadalia akan merelaksasi secara terbatas produksi batu bara Indonesia. Bisa dipastikan, produksi batu bara ini akan mengalami kenaikan dari yang ditargetkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebanyak 600 juta ton.

Bahlil menjelaskan relaksasi produksi batu bara ini diputuskan karena peningkatan harga harga batu bara yang naik mencapai US$154 dolar per ton, khususnya untuk tipe kalori 6.330 kcal/kg GAR.

"Dan sekarang ini mencapai US$154 per ton untuk kalori 6.330, dan harapan kita memang harganya bagus, produksinya kita naikkan, dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand," kata Bahlil, usai rapat terbatas di Istana Negara, dikutip Selasa (20/10/2026).

Dengan relaksasi terbatas itu, Bahlil menginginkan adanya peningkatan devisa negara dari kondisi ini. "Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," kata Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menyatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk target produksi batu bara dan nikel.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, untuk target revisi produksi batu bara dalam revisi RKAB 2026 sudah disetujui. Diramal bisa mencapai 700 juta ton dan produksi nikel sebesar 290-an juta ton.

"Mudah-mudahan nggak ada hambatan untuk produksi dan lain sebagainya," ungkap Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap Naik! Bahlil Relaksasi Terbatas Produksi Batu Bara RI


Most Popular
Features