Prabowo Siap Jor-joran, Menkeu Cairkan Rp1.300 Triliun dalam 3 Bulan

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 20/10/2026 06:28 WIB
Foto: (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan pemerintah akan membelanjakan sekitar Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja negara pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun.

"Untuk kuartal IV, APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dari kuartal IV tahun 2025, yaitu Rp1.200 triliun," ujar Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Suahasil mengatakan, pemerintah akan terus mendorong belanja negara pada sisa tahun ini agar tumbuh dan tepat sasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menopang konsumsi domestik.


Belanja tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari layanan publik hingga program perlindungan sosial (perlinsos). Bantuan pangan yang telah bergulir pada kuartal IV juga diharapkan ikut mendorong konsumsi masyarakat.

"Belanja APBN akan terus lebih tinggi dari kuartal IV tahun lalu. Ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik, termasuk perlinsos. Bantuan pangan sudah bergulir di kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan government expenditure di perekonomian kita," katanya.

Meski belanja negara akan meningkat pada akhir tahun, Suahasil menegaskan pemerintah tetap melakukan penelaahan dan efisiensi anggaran untuk memastikan penggunaan dana negara berjalan efektif.

Namun, ia mengingatkan bahwa efisiensi bukan berarti menghentikan belanja pemerintah.

"Langkah dari Kemenkeu merupakan bagian dari langkah akhir tahun, yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran terlaksana secara efisien. Namun, kalau kita katakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti menyetop anggaran," ujarnya.

Di tengah peningkatan belanja tersebut, pemerintah tetap menjaga defisit APBN pada kisaran 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai akhir tahun," tegas Suahasil.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun, setara 69,2% dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.

Realisasi tersebut tumbuh 19% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika belanja negara terkontraksi 0,8%.

Berdasarkan komponennya, belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp1.069,4 triliun atau 70,8% dari target, dengan pertumbuhan 33,5%.

Sementara itu, belanja non-K/L tercatat sebesar Rp991,9 triliun atau 60,5% dari target, tumbuh 25,7%.

Adapun transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp599,2 triliun, setara 86,5% dari target. Namun, realisasi TKD tersebut terkontraksi 7,1%, berbalik dari pertumbuhan 1,5% pada September 2025.


(emy/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Habis "Hibernasi" Tiba-Tiba Jadi Wamenkeu, Luky Alfirman Kaget