Menkeu, BI, OJK, Danantara Buka-bukaan Kondisi RI Terkini

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 20/10/2026 06:50 WIB
Foto: (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan ke Presiden bahwa kondisi ekonomi Indonesia resilien di tengah kondisi global yang tidak stabil. Hal ini dilaporkan dalam rapat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan jajaran pejabat ekonomi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.

"Kami melaporkan ke bapak presiden, kondisi ekonomi makro masih resilien kondisi transaksi masih sangat resilien jadi kita akan menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan," ucap Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta dikutip Selasa (20/10/2026).


Suahasil berujar dalam sisa tahun ini, pemerintah akan terus mendorong belanja negara agar bertumbuh dan tepat sasaran, sehingga akan mendorong kegiatan ekon di masyarakat dan akan mendorong kegiatan konsumsi di perekonomian Indonesia.

"Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dari kuartal empat tahun lalu. Ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik, termasuk Perlinsos, bantuan pangan sudah bergulir di kuartal empat dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan government expenditure di perekonomian kita," kata Menkeu Suahasil.

Meskipun ada pertumbuhan belanja, Suahasil memastikan defisit APBN tetap diangka di sekitar 2,85% dari PDB.

"Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai akhir tahun," tegas Suahasil.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih stabil, tercermin dari inflasi inti yang masih terkendali.

"Dari inflasi kami laporkan, untuk inflasi inti menggambarkan perekonomian masih cukup terkendali di bulan September masih 2,8%," kata Destry.

Adapun, Gubernur Bank Indonesia (BI) menyampaikan ke Presiden bahwa inflasi pangan atau inflasi volatile food perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah karena telah mencapai 5%. Destry juga mengaku telah melaporkan upaya-upaya dalam penanganan inflasi pangan yang berpotensi menggerus daya beli masyarakat tersebut.

"Ini kami laporkan dan juga koordinasi dengan Kementan (Kementerian Pertanian) bagaimana kita menjaga volatile food inflation," ujar Destry.

Selain itu, Destry mengklaim Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saat gejolak pasar keuangan dalam dua hari terakhir.

BI, tegas Destry, akan tetap menjaga rupiah di pasar dan untuk terus melihat upayakan kebijakan intervensi di pasar spot, NDF, dan DNDF ataupun dalam bentuk insentif biaya hedging.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memastikan OJK akan terus meneruskan reformasi pasar modal Indonesia.

"Terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia, kami juga sampaikan kepada beliau dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal terkait dengan peningkatan transparansi, kemudian likuiditas," ujarnya.

"Dan tadi pesan khusus terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement ya kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait coordinated trading dan lain sebagainya," lanjutnya.

Sehingga, menurut Kiky, OJK akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas dan terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi. Dan ini harapannya, lanjut dia, menimbulkan efek jera sehingga ke depan pasar modal Indonesia semakin likuid, semakin transparan dan menjadi tempat investasi yang baik untuk investor domestik maupun asing.


(emy/haa)
Saksikan video di bawah ini:

VIDEO: APBN September Defisit Rp319 T, Menkeu Bilang Masih On Track