Danantara Siapkan 8 Lokasi Pembangkit Sampah Tahap II: Medan-Surabaya
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai holding pengelola proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Danantara, menyiapkan pengembangan proyek PSEL Tahap 2 di delapan lokasi secara nasional. Wilayah pengembangan tahap kedua tersebut tersebar dari Medan Raya hingga Surabaya.
CEO Denera Fadli Rahman menyebutkan bahwa delapan lokasi PSEL Tahap 2 tersebut meliputi Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya. Saat ini, seluruh lokasi di tahap kedua tersebut memasuki tahap penyusunan perjanjian kerja sama serta finalisasi desain.
"Di 8 lokasi di tahap kedua yang warnanya hijau muda, yaitu Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Bogor Raya 2, dan juga Yogyakarta Raya. Tahap 2 sendiri ini kita sudah mendudukkan perjanjian kerja sama dan juga saat ini kita sedang finalisasi desain dari masing-masing lokasi," ungkap Fadli di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Untuk mendukung kebutuhan investasi di delapan lokasi PSEL Tahap 2 tersebut, Denera dan Danantara telah membentuk calon pemberi pinjaman atau lenders panel yang melibatkan 34 lembaga keuangan nasional dan internasional.
Total pembiayaan yang dibutuhkan untuk delapan kota di tahap kedua diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18,03 triliun (asumsi kurs Rp 18.037 per US$).
Percepatan proyek PSEL tersebut juga didukung oleh penerapan reformasi institusi melalui skema one stop service. Lewat skema tersebut, calon investor dan pemilik teknologi tidak lagi dibebani hambatan birokrasi karena penanganan lahan, izin Amdal, penetapan PSN, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga penandatanganan PPA dengan PT PLN (Persero) difasilitasi langsung oleh pemerintah.
"Ini pertama kalinya kita bisa melihat penerapan dari one stop service atau one door policy itu akhirnya berjalan. Investor atau mitra kita yang terpilih, kita gandeng dan kita yang menyelesaikan masalah perizinan. Risiko-risiko investasi seperti lahan sudah diselesaikan oleh pemerintah. Risiko investasi seperti permit, PPA, itu sudah dibereskan oleh Danantara dan Denera," ujarnya.
Di samping itu, CFO Denera Ramadan Harahap mengungkapkan bahwa indikasi komitmen pendanaan yang masuk dari perbankan mencapai lebih dari US$ 4 miliar, atau berpotensi lebih dari target hingga 3,6 kali lipat. Konsorsium pembiayaan tersebut terdiri dari 13 bank internasional global, lembaga keuangan multilateral seperti ADB, AIIB, IsDB, dan KfW, bank-bank Himbara, serta bank komersial nasional dengan tenor pinjaman hingga 23 tahun.
"Indikasi awal yang kita terima ini sangat-sangat baik. Kita total pembiayaan itu kurang lebih US$ 1 billion untuk di 8 kota. Kita saat ini menerima lebih dari US$ 4 billion atau 3,6 kali oversubscribed. Ini menunjukkan bahwa bank-bank ini sangat mendukung project-project PSEL," kata Ramadan, dalam kesempatan yang sama.
Selain dukungan pembiayaan yang kuat, minat calon investor untuk menggarap PSEL Tahap 2 juga melonjak signifikan dari 24 calon mitra pada Tahap 1 menjadi 85 calon mitra pada Tahap 2. Secara akumulatif, proyek PSEL di Indonesia saat ini mencakup 17 lokasi di 33 kabupaten/kota, hal tersebut dinilai menjadi program pengembangan waste-to-energy terbesar di dunia yang berjalan simultan.
Proyek PSEL Tahap II
Seleksi mitra PSEL Tahap Kedua merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dilaksanakan secara bertahap.
Setidaknya, ada tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap Pertama yang sudah diresmikan proses mulai pembangunannya alias groundbreaking, yakni PSEL Denpasar Raya, Bali, PSEL Kota Bekasi, dan PSEL Bogor Raya 1.
Peresmian pembangunan PSEL Denpasar Bali telah dilaksanakan pada 8 Juli 2026, lalu groundbreaking PSEL di di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kemudian, dilanjutkan pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 17 September 2026.
Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi selanjutnya akan dikembangkan dan dijalankan oleh Denera, platform pengembangan PSEL dan pengelolaan sampah terintegrasi di bawah DIM, bersama mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL yang telah ditetapkan sesuai tahapan pengadaan yang berlaku.
Program ini diharapkan tidak hanya mempercepat penyelesaian krisis penanganan sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja hijau, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta penguatan ekosistem industri pengelolaan sampah nasional.
Harga Listrik PSEL
Danantara menyampaikan sudah melakukan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero). Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, PJBL akan dilakukan antara PLN dan masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL, dengan tarif pembelian listrik sebesar US$ 0,20 per kWh untuk seluruh kapasitas yang dihasilkan.
Daftar Mitra Terpilih PSEL Tahap II
Berikut daftar 8 mitra terpilih proyek PSEL Tahap II:
- Medan Raya: SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia)
- Kabupaten Bekasi: Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
- Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
- Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
- Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia)
- Surabaya Raya: Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)
- Bogor Raya 2: MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA)
- Yogyakarta Raya: Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC).
(wia)