Foto Internasional

Potret Butik Mewah Rusak Dijarah Massa, Ibu Kota Kacau Balau

Reuters, AFP, CNBC Indonesia
Minggu, 18/10/2026 19:15 WIB

Penjarahan terjadi di sejumlah toko di beberapa kota di Prancis saat demo memprotes mahalnya biaya hidup dan kenaikan harga BBM.

1/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Seseorang berjalan di dekat kotak sepatu Nike yang terbuka dan berserakan, sehari setelah terjadinya bentrokan dalam aksi unjuk rasa nasional menentang tingginya biaya hidup dan kenaikan harga BBM, di Marseille, Prancis, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

2/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Penjarahan terjadi pada toko di beberapa kota di Prancis pada Sabtu (17/10) kemarin di tengah kericuhan saat aksi protes terkait biaya hidup dan kenaikan BBM. (REUTERS/Stephane Mahe)

3/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Melansir dari AFP, para penjarah berhasil membobol berbagai toko, mulai dari gerai merek mewah kelas atas hingga toko roti. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

4/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Para pengunjuk rasa yang berpakaian serba hitam juga berhasil menerobos masuk ke balai kota Marseille dan mencoreti bangunan tersebut dengan grafiti anarkis. (AFP/VIKEN KANTARCI)

5/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Aksi serupa yang menyasar bangunan publik juga terjadi di sejumlah kota lain di Prancis. (AFP/VIKEN KANTARCI)

6/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Di Paris, dekat alun-alun Republique, kaca depan sebuah toko produk perawatan kulit hancur, sementara para penjarah melemparkan produk-produk kecantikan kepada puluhan orang yang berkumpul di luar. (REUTERS/Abdul Saboor)

7/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan "diintimidasi" oleh kekerasan tersebut. (REUTERS/Manon Cruz)

8/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Ia menuding kelompok "ultra-kiri" dan para kriminal sebagai pihak di balik kerusuhan ini, yang terjadi hanya beberapa bulan menjelang pemilihan presiden tahun depan. (AFP/VIKEN KANTARCI)

9/9 Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

"Kepada mereka yang jelas-jelas ingin menggunakan kekerasan ini sebagai 'pemanasan' menjelang pemilihan presiden, saya tegaskan: Kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi. Tidak ada seorang pun yang boleh memaksakan agenda politik mereka melalui kekerasan," tulisnya dalam sebuah unggahan di platform X dikutip dari Reuters. (REUTERS/Stephanie Lecocq)