BPBD HSS Apresiasi Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga

rah, CNBC Indonesia
Minggu, 18/10/2026 14:28 WIB
Foto: Dok BNPB

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengapresiasi keterlibatan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Subur Agro Makmur (SAM) dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lahan-lahan milik warga masyarakat.

Kepedulian anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang beroperasi di Kalimantan Selatan tersebut dinilai turut memperkuat upaya penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan melalui dukungan personel, peralatan pemadaman darat, serta pengerahan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara (water bombing).

Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, Ika Agus, mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pihak, seperti yang dilakukan perusahaan perkebunan sawit PT SAM, sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman karhutla, terutama ketika kondisi cuaca kering dan keterbatasan sumber air menyulitkan proses pemadaman.

Menurutnya, kondisi cuaca kering dan panas memang memicu karhutla di sejumlah titik. Tantangan penanganan karhutla bertambah rumit mengingat kendala akses serta minimnya sumber air di lokasi. Sesuai aturan, penanganan di dalam konsesi memang tanggung jawab perusahaan. Namun, menurutnya, keikutsertaan PT SAM membantu pemadaman hingga ke lahan warga amat sangat berguna.

"Dukungan darat dan helikopter water bombing ini sangat membantu tim gabungan mengendalikan karhutla di HSS," ujar Agus, dikutip Minggu (18/10/2026).

Menurut BPBD, wilayah Hulu Sungai Selatan saat ini berada dalam status Siaga Darurat Karhutla. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pihak agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas ke wilayah lainnya.

Dukungan PT SAM menjadi bagian dari upaya bersama tersebut. Perusahaan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini mengerahkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X untuk melakukan pemadaman melalui water bombing.

Hingga pembaruan terkini, operasi udara tersebut tercatat telah melaksanakan tiga kali pengeboman air (water bombing) pada titik-titik api di luar konsesi, tepatnya di sekitar perimeter areal perusahaan.

Keberadaan sarana udara tersebut membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, khususnya kawasan semak belukar dan area dengan keterbatasan sumber air permukaan. Operasi udara ini akan terus dilanjutkan dengan tetap mempertimbangkan faktor visibilitas atau jarak pandang, serta menempatkan area di luar konsesi sebagai prioritas utama penanganan.

Di lapangan, operasi udara didukung Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT SAM yang bekerja bersama Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim gabungan melakukan pemantauan dan pemadaman langsung.

Keterlibatan perusahaan dalam penanganan kebakaran di luar wilayah konsesi perusahaan menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, mengingat dampak kebakaran lahan dan kabut asap tidak mengenal batas wilayah administrasi maupun konsesi.

Melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin efektif, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat akibat kebakaran dan kabut asap.



(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 639 Hektare Lahan di 6 Provinsi Masih Proses Pemadaman Karhutla