MARKET DATA

Iran Klaim Selat Hormuz Ditutup, 5 Kapal Tanker Kena Serangan

haa,  CNBC Indonesia
18 October 2026 07:00
Sejumlah kapal terlihat berlayar di Selat Hormuz dari pesisir Bandar Abbas, Iran, Senin (1/6/2026).  (REUTERS/Amirhosein Khorgooi/ISNA/WANA)
Foto: Sejumlah kapal terlihat berlayar di Selat Hormuz dari pesisir Bandar Abbas, Iran, Senin (1/6/2026). (REUTERS/Amirhosein Khorgooi/ISNA/WANA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa Selat Hormuz "ditutup", sementara lima kapal tanker dilaporkan terkena serangan sejak Jumat (16/10/2026).

Dikutip dari Al-Jazeera, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), salah satu kapal tanker terkena serangan granat berpeluncur roket (rocket-propelled grenade/RPG) yang ditembakkan dari sebuah kapal kecil. Lembaga maritim tersebut menambahkan, sejumlah pria bersenjata juga menembaki kapal tanker kelima di lepas pantai Al Mukalla, Yaman.

Sementara itu, The Jerusalem Post memberitakan IRGC pada Sabtu kemarin mengklaim bahwa dua kapal tanker minyak terbakar setelah menabrak ranjau laut saat melintasi Selat Hormuz. Laporan tersebut dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA. Media pemerintah Iran menyebut kedua kapal tanker tersebut mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi independen yang memverifikasi klaim tersebut.

Hingga berita ini diturunkan konflik di Timur Tengah masih terus memanas. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak di atas Riyadh serta wilayah Timur dan Selatan.

Yaman Soroti Bantuan Iran ke Houthi

Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah Abdulaziz al-Zuba, menyatakan bahwa dukungan militer dan teknis Iran terhadap kelompok Houthi "tidak dapat dipisahkan" dari berlanjutnya perang di Yaman serta perubahan wilayah Yaman menjadi landasan untuk mengancam keamanan regional.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad, ibu kota Irak, pada hari Sabtu.

Ia menyebutkan bahwa Teheran telah menawarkan diri untuk menengahi penyelesaian konflik, namun di saat yang sama justru memasok kelompok Houthi dengan senjata untuk membunuh dan melakukan kehancuran.

"Aksi terorisme kelompok-kelompok milisi ini, dengan persenjataan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) dari Iran, mengancam keamanan seluruh kawasan kita," ujarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Serang 10 Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus 100 Dolar


Most Popular
Features