9 Photos
Potret Gejolak Chaos Demo Antipemerintah, Tuntut PM Mundur
Demonstrasi yang telah memasuki hari kelima tersebut menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama.
Seorang pengunjuk rasa menggunakan payung untuk berlindung dari semprotan meriam air dalam sebuah aksi protes anti-pemerintah oleh para mahasiswa di Tirana, Albania, Sabtu (17/10/2026). (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
Aksi protes yang diikuti ribuan pemuda Albania di depan Kementerian Pendidikan berubah menjadi kekerasan ketika sekelompok pemuda bertopeng melemparkan batu ke arah polisi antihuru-hara, yang kemudian membalas dengan menggunakan granat kejut, gas air mata, dan meriam air. (REUTERS/Florion Goga)
Demonstrasi yang telah memasuki hari kelima tersebut merupakan gerakan yang dipimpin oleh mahasiswa untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. (REUTERS/Florion Goga)
Demonstrasi terkait korupsi dan minimnya lapangan kerja mulai menyebar ke seluruh Albania. Di Tirana pekan ini, para pengunjuk rasa memecahkan kaca jendela, membakar gedung-gedung pemerintah, dan terlibat bentrokan dengan polisi. (REUTERS/Florion Goga)
Data kepolisian menunjukkan bahwa 500 pengunjuk rasa telah ditahan, dengan 330 di antaranya telah dibebaskan. Sekitar 120 polisi dan 45 pengunjuk rasa tercatat mengalami luka-luka, meskipun kemungkinan besar banyak cedera di pihak pengunjuk rasa yang tidak tercatat. (REUTERS/Florion Goga)
Gejolak ini muncul sebagai ancaman terbesar bagi Rama, yang telah memerintah sejak 2013 dan memenangkan masa jabatan keempat dalam pemilihan umum tahun lalu. (REUTERS/Louisa Gouliam)
Pemerintahan Rama terus dibayangi oleh skandal korupsi. Para analis menyebut Albania sebagai pusat bagi kelompok kriminal yang melakukan pencucian uang dari perdagangan narkoba dan senjata, sebuah kondisi yang menghambat upaya negara tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa. (REUTERS/Florion Goga)
Rama, yang membantah melakukan kesalahan dan sempat menyatakan bahwa ia tidak akan mundur, mengatakan pada hari Sabtu bahwa pemerintahannya menghormati para mahasiswa dan akan melindungi hak mereka untuk berunjuk rasa. (REUTERS/Florion Goga)
"Tanggung jawab saya menjadi jauh lebih jelas di masa-masa sulit ini... yakni melindungi warga negara kita, menjamin keadilan, dan memajukan Albania bersama dengan mayoritas pemerintahan saat ini, yang memegang mandat sangat jelas: mewujudkan Albania sebagai anggota Uni Eropa pada tahun 2030," ujarnya melalui Facebook dikutip dari Reuters. (REUTERS/Florion Goga)