Foto Internasional

Pakai Masker, Wisatawan Kecewa Singapura Diselimuti Asap Karhutla RI

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 17/10/2026 16:45 WIB

Para wisatawan yang berkunjung ke Singapura mengungkapkan kekecewaan mereka seiring dengan memburuknya kondisi kabut asap di Singapura.

1/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

Seorang wisatawan yang mengenakan masker tampak memotret saat kabut asap menyelimuti Merlion Park di Marina Bay, dengan resor Marina Bay Sands sebagai latar belakangnya, di Singapura, Jumat (16/10/2026).  (REUTERS/Edgar Su)

2/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

Para wisatawan yang berkunjung ke Singapura mengungkapkan kekecewaan mereka seiring dengan memburuknya kondisi kabut asap hingga mencapai tingkat terparah sejak tahun 2015. (REUTERS/Edgar Su)

3/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

Melansir dari Reuters, Indeks Standar Polusi (PSI) 24 jam di wilayah pusat Singapura mencapai angka 229 pada Jumat (16/10) pukul 15.00 waktu setempat dan termasuk dalam kategori "sangat tidak sehat" dan mencatatkan rekor tertinggi baru untuk tahun 2026. (REUTERS/Edgar Su)

4/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

"Banyak kegiatan di sini yang dihentikan. Jadi, saya merasa sedikit kecewa," ujar Gaurav Nigam, seorang wisatawan asal India yang mengaku merasa tidak nyaman akibat kabut asap tersebut. (REUTERS/Edgar Su)

5/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

"Kami hanya ingin meminta maaf kepada negara lain, seperti Singapura atau Malaysia, yang terkena dampak dari kami," kata Tarra, seorang wisatawan asal Indonesia. (REUTERS/Edgar Su)

6/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

Indonesia menuai kritik tajam setelah kebakaran hutan dan lahan yang hebat selama berbulan-bulan menyebabkan gangguan pernapasan bagi ratusan ribu orang dan menyebarkan kabut asap tebal ke negara-negara tetangga, yang bahkan mengakibatkan penutupan sekolah di Malaysia dan Timor Leste. (REUTERS/Edgar Su)

7/7 Orang-orang mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)

Pulau Sumatra dan Kalimantan, yang terletak dekat dengan Singapura dan Malaysia, menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Di sana, api dapat terus membara di bawah hamparan lahan gambut yang luas dan sewaktu-waktu berkobar kembali. (REUTERS/Edgar Su)