Jantung Saudi Dibombardir, Anak Buah Raja Salman Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok militan Houthi terus-menerus melancarkan serangan ke infrastruktur dan fasilitas publik vital di wilayah Arab Saudi. Menanggapi serangan tersebut, Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi tertanggal Jumat (16/10).
Dalam pernyataannya, Kedubes Arab Saudi di Jakarta menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah melakukan berbagai upaya untuk mengawal stabilitas di Yaman, sejah pecahnya kudeta oleh Houthi terhadap pemerintah sah pada 2014 silam.
Bersama Utusan Khusus PBB dan berbagai pihak terkait, Riyadh mengklaim terus berupaya mendorong tercapainya solusi politik yang komprehensif dan berkelanjutan.
Tidak hanya lewat jalur diplomasi, komitmen Arab Saudi juga diwujudkan melalui kucuran dana bantuan kemanusiaan, pembangunan, dan ekonomi yang fantastis. Total dukungan finansial yang digelontorkan bagi rakyat Yaman dilaporkan telah menembus angka US$12,6 miliar (sekitar Rp227 triliun) sepanjang periode 2012 hingga 2026.
"Namun, milisi Houthi menolak semua upaya dan inisiatif serta menghalangi pencapaian solusi politik komprehensif di Yaman yang dapat mewujudkan keamanan dan stabilitas bagi rakyat Yaman, serta menjaga sumber daya dan asetnya," tulis pernyataan Kedubes Arab Saudi di Jakarta, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Lebih lanjut, Houthi dinilai lebih memilih eskalasi militer yang terus-menerus dan menyeret Yaman serta rakyat Yaman yang bersaudara ke dalam lebih banyak penderitaan kemanusiaan dan ekonomi.
Riyadh menyoroti bagaimana sumber daya rakyat Yaman disalahgunakan Houthi untuk membiayai persenjataan rudal serta drone. Amunisi ini kerap diarahkan untuk mengancam keamanan wilayah Arab Saudi dan kawasan, termasuk mengganggu jalur navigasi pelabuhan, bandara, serta perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah.
Meski Arab Saudi terus membuka pintu dialog, Houthi diklaim secara agresif tetap melancarkan serangan ke objek sipil dan infrastruktur ekonomi vital.
Bahkan, serangan milisi tersebut dilaporkan sempat mengincar kawasan suci Makkah Al-Mukarramah dan Al-Madinah Al-Munawwarah, yang memicu gelombang kecaman dari umat Islam global.
Rangkaian serangan Houthi di wilayah Kerajaan Arab Saudi, termasuk yang menyasar Bandara Abha, Bandara Internasional Raja Khalid, dan Bandara Raja Fahd, tercatat telah merenggut 17 korban jiwa dan melukai 333 warga sipil dari berbagai negara sahabat.
"Terkait hal ini, Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras serangan-serangan tersebut dan menegaskan hak dasarnya untuk membela wilayah, aset, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya, dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanannya sesuai dengan hukum internasional," tulis pernyataan itu.
Menutup pernyataannya, Kerajaan Arab Saudi mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas dengan menjalankan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan. Dunia diminta memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Yaman yang sah guna menghentikan ancaman milisi Houthi terhadap stabilitas kawasan dan jalur logistik global.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]