Internasional

Kim Jong Un Pamer Kekuatan, Korut Uji 2 Rudal Kapal Selam Baru

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 16/10/2026 17:30 WIB
Foto: Rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM). (KCNA via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) menguji dua jenis rudal jelajah strategis yang diluncurkan dari kapal selam di perairan lepas pantai timurnya, Rabu (14/10/2026). Uji coba ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Korea Selatan dan berlanjutnya pengembangan persenjataan Pyongyang.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan pengujian tersebut bertujuan menguji keandalan kemampuan pencegahan perang negara itu sekaligus meningkatkan keterampilan angkatan laut dalam menjalankan misi strategis.

"Uji coba tersebut menunjukkan kemampuan pencegahan perang Korea Utara di kawasan," demikian laporan KCNA, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (16/10/2026).


Salah satu rudal yang diuji adalah Pulhwasal-3-31, rudal jelajah strategis yang sebelumnya juga diluncurkan dari darat pada pekan lalu. Sejumlah perwira militer senior menyaksikan pengujian tersebut. KCNA menyatakan peluncuran itu tidak berdampak buruk terhadap keamanan negara-negara tetangga.

Korea Utara diyakini belum memiliki kapal selam pembawa rudal modern yang beroperasi penuh. Meski demikian, pengembangan kemampuan tersebut menjadi salah satu prioritas pemimpin Kim Jong Un, yang terus mendorong pengembangan rudal balistik dan rudal jelajah strategis. Tahun lalu, Kim juga mengkritik kesepakatan kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS)-Korea Selatan yang dinilainya mengancam stabilitas Semenanjung Korea.

Pyongyang juga meningkatkan aktivitas militernya dalam beberapa pekan terakhir. Pada awal pekan ini, Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik ke perairan lepas pantai timur. Sebelumnya, pada 3 Oktober, negara itu menguji rudal hipersonik jarak menengah yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan rudal Korea Selatan dan Jepang.

Juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Jang Do-young, menilai peluncuran rudal balistik Korea Utara tampaknya merupakan bentuk unjuk kekuatan. Uji coba itu berlangsung hanya beberapa hari setelah Korea Selatan menguji senjata hipersoniknya sendiri.

Kantor kepresidenan Seoul menyatakan senjata tersebut, jika dikembangkan sepenuhnya, akan meningkatkan kemampuan menyerang target penting secara mendadak di Semenanjung Korea.

Ketegangan kedua negara turut meningkat setelah ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada September melukai tiga tentara Korea Selatan. Investigasi gabungan Seoul dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan ranjau tersebut ditanam oleh pasukan Korea Utara sekitar setahun sebelumnya. Seoul kemudian menuntut permintaan maaf resmi dari Pyongyang.

Hubungan antar-Korea terus memburuk sejak Kim pada 2023 mengusung kebijakan yang memperlakukan Korea Selatan sebagai negara bermusuhan dan memutus hubungan dengan Seoul.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk menyelesaikan persoalan nuklir Korea Utara masih menemui jalan buntu sejak perundingan antara Washington dan Pyongyang gagal pada 2019. Meski Presiden AS Donald Trump sempat membuka kemungkinan bertemu kembali dengan Kim pada masa jabatan keduanya, pertemuan tersebut belum terealisasi.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Korea Utara Mendadak Uji Coba 2 Rudal Jelajah di Laut Timur