FOTO Internasional

Potret Penjara Super Maksimum Kosta Rika, Terinspirasi El Salvador

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 15/10/2026 21:50 WIB

Kosta Rika meresmikan penjara berkapasitas 5.100 narapidana untuk memberantas kejahatan terorganisasi di tengah tingginya angka pembunuhan.

1/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Kosta Rika meresmikan penjara berkeamanan maksimum pada Rabu (14/10/2026) untuk memperkuat pemberantasan kejahatan terorganisasi. Langkah ini diambil setelah lonjakan kasus pembunuhan mengguncang negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara teraman di Amerika Latin. (REUTERS/Mayela Lopez)

2/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Presiden Laura Fernandez meresmikan High-Containment Center Against Organized Crime (CACCO), fasilitas penjara yang mengadopsi model penjara megah di El Salvador. Penjara yang terletak di dekat ibu kota San Jose tersebut memiliki kapasitas hingga 5.100 narapidana, setara dengan sekitar 20% dari total populasi penghuni penjara di Kosta Rika saat ini. (REUTERS/Mayela Lopez)

3/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Berdasarkan data peradilan, Kosta Rika mencatat rekor tertinggi pembunuhan sebanyak 905 kasus pada 2023. Angka tersebut hanya turun tipis menjadi 876 kasus pada 2024 dan 873 kasus pada 2025. Otoritas setempat menyebut sebagian besar pembunuhan berkaitan dengan perselisihan antarkelompok kriminal yang memperebutkan jalur perdagangan narkoba dan pasar lokal. (REUTERS/Mayela Lopez)

4/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Menteri Kehakiman Gabriel Aguilar menyebut CACCO sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat kembali kendali negara atas sistem pemasyarakatan yang dinilai telah disusupi kelompok kejahatan terorganisasi. Pemindahan narapidana pertama ke fasilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober. (REUTERS/Mayela Lopez)

5/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Fernandez mengatakan efektivitas penjara baru itu turut bergantung pada kemampuan lembaga peradilan dalam memastikan lebih banyak pelaku kejahatan dijatuhi hukuman. Pemerintahannya berselisih dengan otoritas peradilan terkait kebijakan pemberantasan kejahatan dan pemangkasan anggaran, sementara hakim serta jaksa memperingatkan risiko tekanan terhadap mekanisme pengawasan dan keseimbangan demokrasi. (REUTERS/Mayela Lopez)

6/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Fernandez juga mengumumkan rencana kunjungan ke El Salvador pada Jumat (16/10/2026) untuk melihat lebih jauh pendekatan pemberantasan kejahatan yang diterapkan Presiden Nayib Bukele. (REUTERS/Mayela Lopez)

7/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Kebijakan penindakan terhadap geng kriminal di negara tersebut dinilai berhasil menekan kekerasan secara signifikan. Namun, kelompok pembela hak asasi manusia menyoroti penahanan massal yang dinilai sewenang-wenang, pelanggaran proses hukum, serta melemahnya perlindungan demokrasi. (REUTERS/Mayela Lopez)

8/8 Pemandangan di dalam Pusat Penahanan Tingkat Tinggi untuk Kejahatan Terorganisasi (CACCO)—sebuah penjara dengan keamanan maksimum yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah Presiden El Salvador, Nayib Bukele—pada hari peresmiannya di Alajuela, Kosta Rika, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Mayela Lopez)

Sebelumnya, Fernandez mengatakan kepada Reuters bahwa peningkatan kehadiran aparat keamanan Amerika Serikat dapat membantu Kosta Rika menghadapi perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisasi. Meski demikian, koordinasi yang berjalan saat ini masih berfokus pada patroli, penyelidikan, dan upaya ekstradisi. (REUTERS/Mayela Lopez)