MARKET DATA

China Jauh Kalahkan Produksi Perikanan RI, Begini Rencana Trenggono

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
15 October 2026 17:15
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono. (CNBC Indonesia)
Foto: (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan kesenjangan produksi perikanan Indonesia dengan China masih cukup besar. Produksi perikanan Indonesia disebut baru mencapai sekitar 13 juta ton, sedangkan produksi budidaya China telah menembus 80 juta ton per tahun.

Trenggono menilai Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan produksi perikanan, terutama melalui pengembangan sektor budidaya.

"Kan kita masih kurang, dalam arti tidak semelimpah...contoh di China itu, negara yang begitu besar dia hasil dari budidayanya sudah sampai 80-an juta ton setiap tahun, bayangkan saja untuk pemenuhan protein dalam kerangka food security. Kan protein jadi bagian dari itu," kata Trenggono dalam Squawk Box: Foodagri Insight CNBC Indonesia, dikutip Kamis (15/10/2026).

Sementara itu, Trenggono menyebut produksi perikanan Indonesia masih sekitar 13 juta ton, termasuk rumput laut. Dari jumlah tersebut, produksi perikanan budidaya baru sekitar 5,5 juta ton, sedangkan sisanya masih didominasi hasil penangkapan di laut.

"Sementara budidaya itu baru 5,5 juta ton, selebihnya masih penangkapan bebas di laut. Dan menurut saya ini yang sekarang sedang digalakkan oleh Bapak Presiden, untuk kemudian kita menjadi sangat kuat khususnya di sektor budidaya," ujarnya.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah mendorong penguatan budidaya perikanan, salah satunya melalui rencana pembangunan 40.000 titik budidaya berbasis teknologi Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) di desa-desa hingga 2029.

Trenggono menilai pengembangan budidaya dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan protein, sekaligus membuka peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan nasional.

"Nanti ada 40.000 titik kurang lebih, dan hasilnya setiap titik itu 1 tahun sekitar 30 ton ikan, berbagai macam jenis yang bisa kita kembangkan," kata Trenggono.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut memungkinkan jenis ikan yang dibudidayakan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain ikan nila, lele, hingga kerapu.

Trenggono memperkirakan, jika seluruh titik budidaya tersebut terealisasi, total produksi ikan dapat mencapai 1,2 juta ton per tahun.

"Dampaknya itu menjadi sebuah industri yang sangat besar. Jadi kalau 40.000 ini kita jalankan, kita deploy gitu, maka akan menghasilkan 1,2 juta ton ikan 1 tahunnya. Dan ini valuasinya besar sekali. Itu ratusan triliun," ujarnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Bentuk Satgas-Mau Tangkap Bandar Penyelundup Benih Lobster


Most Popular
Features