MARKET DATA
Internasional

Kapal Singapura Kena Serangan, Terbakar & Tenggelam di Selat Hormuz

sef,  CNBC Indonesia
15 October 2026 12:05
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyita sebuah drone kapal selam milik Amerika Serikat (AS) di pintu masuk Selat Hormuz. IRGC memperlihatkan wahana tersebut di lokasi yang dirahasiakan di Iran, dalam foto yang diperoleh pada 8 September 2026.
Foto: Ilustrasi kapal tenggelam (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz akibat terkena ranjau. Kapal tersebut merupakan kapal kontainer berbendera Singapura.

Hal ini dikatakan Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam pernyataan Rabu. Gambar-gambar juga dirilis memperlihatkan kepulan asap hitam membubung dari sebuah kapal sementara puluhan kontainer jatuh ke laut dan mengapung.

"Sebuah kapal kontainer yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur pelayaran yang tidak sah dan berbahaya, menabrak ranjau yang kemudian meledak," ungkap angkatan laut Garda Revolusi, dikutip dari AFP, Kamis (15/10/2026).

Perusahaan keamanan asal Inggris, Vanguard, melaporkan adanya insiden kapal tenggelam ini. Vanguard pun melaporkan bahwa tiga kapal lainnya juga terkena serangan pada hari Selasa.

Namun, dua di antaranya tetap melanjutkan perjalanan. Sementara nasib kapal ketiga belum diketahui.

Hal sama juga dikatakan Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Dilaporkan bahwa dua kapal kontainer terkena proyektil pada hari Selasa, namun tetap melanjutkan perjalanan meski hanya mengalami kerusakan ringan.

Sebelumnya, UKMTO juga melaporkan dua serangan lain pada hari Selasa yang menyasar sebuah kapal tanker dan sebuah kapal kontainer. Sayangnya lembaga itu tidak merinci apakah serangan tersebut menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.

Perang ini dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Sementara itu laman Reuters menyebut, kapal kontainer berbendera Singapura itu bernama GFS Pride. Kapal memiliki kapasitas 2.824 unit setara dua puluh kaki (TEU).

"GFS Pride mengalami kerusakan dan kebakaran di atas kapal, yang kemudian menyebabkan kapal tersebut tenggelam," bunyi pernyataan Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA).

"Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada laporan mengenai korban luka," tambahnya.

MPA mengaku sangat prihatin dengan serangan yang terus berlanjut. Otoritas tetangga RI itu mengatakan serangan itu "tidak diprovokasi, tidak dapat dibenarkan, dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional".

Laman yang sama juga menyebut dalam insiden terpisah, kapal berbendera Antigua dan Barbuda, Cape Dao, tenggelam di dekat selat tersebut, beberapa minggu setelah terkena proyektil pada 23 September. Sumber maritim menyebutkan bahwa satu awak kapal tewas, sementara awak lainnya berhasil dievakuasi segera setelah serangan terjadi.

Berdasarkan analisis data kecelakaan dari IMO (Organisasi Maritim Internasional), GFS Pride dan Cape Dao merupakan kapal kedua dan ketiga yang tenggelam sejak perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mahasiswa Bentrok Lawan Polisi - Profil Emiten Rumah Subsidi Prabowo


Most Popular
Features